Ada Gempa di SMK Kartika XIX-1 Bandung!

Ada Gempa di SMK Kartika XIX-1 Bandung!

Ada Gempa di SMK Kartika XIX-1 Bandung!

Ada Gempa di SMK Kartika XIX-1 Bandung!
Ada Gempa di SMK Kartika XIX-1 Bandung!

 Tak ada yang berbeda Jumat (26/4/2019) pagi itu di SMK Kartika XIX-1 Bandung.

Aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Berselang 15 menit, suasana tiba-tiba berubah. Suara sirine berbunyi kencang. Di saat yang sama, terdengar pemberitahuan bahwa gempa bumi mengguncang sekolah.

Alih-alih panik, secara serempak para siswa langsung berlindung di bawah meja seraya melindungi kepala mereka untuk menghindari reruntuhan bangunan. Tak lama kemudian, melalui pengeras suara di ruangan, para siswa diminta keluar kelas dan berjalan ke ruang terbuka.

Instruksi pun diikuti. Sambil memanggul tas di kepala, para siswa berjalan cepat dari lorong

kelas menuju lapangan sekolah. Namun, tak semua instruksi berjalan sesuai rencana. Karena terburu-buru, seorang siswa, Agung Saputra kakinya terkilir dan mengalami cedera. Ia terkapar di tengah lalu-lalang siswa lainnya.

Dua kawannya, Faridsky dan Rizki langsung mengambil inisiatif. Faridsy berlari untuk mengambil tandu. Agung pun diangkat mengenakan tandu berwarna biru tersebut. Sejurus kemudian, semua siswa sudah berkumpul. Semua selamat, tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Begitulah suasana simulasi evakuasi bencana yang diadakan SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung,

Jln. Aceh No.108, Kota Bandung, Jumat (26/4/2019). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April. Simulasi ini juga dianjurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) agar dilaksanakan di semua satuan pendidikan.

Kepala SMK Kartika XIX-1 Bandung, Abdurahman mengatakan, ini adalah kali kedua sekolahnya menggelar kegiatan tersebut. Tujuan diadakan simulasi ini guna menumbuhkan kewaspadaan dan memberikan edukasi kepada siswa agar siaga terhadap bencana.

“Minimal kita bisa meningkatkan kewaspadaan bila nanti tiba-tiba terjadi bencana,” ucapnya.

Meski hanya simulasi, ia mengharapkan siswa mampu mengambil pelajaran serta mengamalkan ilmu tersebut di lingkungan lainnya, seperti di keluarga. “Setelah simulasi ini, mereka juga bisa mengedukasi adik-adiknya di rumah,” imbuhnya.

Seorang siswa, Agit Ginansiar mengatakan, dirinya mendapat manfaat dari kegiatan itu. “Sangat membantu, karena saya belum pernah mengikuti simulasi seperti ini. Jadi, dapat pengalaman dan ilmu baru juga,” ucap siswa jurusan teknik kendaran ringan tersebut.***

 

Baca Juga :