Aher Buka Secara Resmi Muswil X Pemuda Pancasila Jabar

Aher Buka Secara Resmi Muswil X Pemuda Pancasila Jabar

Aher Buka Secara Resmi Muswil X Pemuda Pancasila Jabar

Aher Buka Secara Resmi Muswil X Pemuda Pancasila Jabar
Aher Buka Secara Resmi Muswil X Pemuda Pancasila Jabar

 

 

CIREBON-Musyawarah wilayah ke-X yang diselenggarakan oleh organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) melalui Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Ballroom Hotel Prima Kota Cirebon, Kamis (16/3).

“Kita sudah 71 tahun merdeka, tidak boleh melihat ke belakang, harus terus ke depan, kebodohan demi kebodohan harganya sudah kita bayar, jangan bodoh lagi!. Biarkan kebodohan yang sudah ada tinggal kenangan, ke depan yang ada hanya kecerdasan dan kemajuan,” ujar Aher.

Lebih lanjut Aher menyampaikan, makna dari pengawalan

Pancasila harus hadir secara utuh, dalam organisasi menjadi mitra pemerintah, dalam pembinaan generasi ke depan menjadi pembina generasi masa depan. Generasi sekarang harus disadarkan, bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar, dan memiliki sumber daya alam (SDA) yang besar.

“Mengapa ada kemakmuran?. Kemakmuran terjadi manakala sebuah negara punya SDA yang disentuh dan diolah dari hulu sampai hilir oleh SDM yang handal. Sentuhan SDM handal terhadap SDA melimpah, hadirlah kesejahteraan. Tidak akan pernah mungkin bangsa ini sejahtera, kecuali melahirkan SDM yang handal untuk mengolah SDA yang melimpah,” tegasnya.

Hal ini harus didukung kebijakan dan regulasi Pemerintah Pusat

dan Daerah. Jangan sampai ada regulasi pemerintah yang tidak berpihak kepada anak bangsa, yang menjual SDA secara murah. Bahan mentah harus diolah terlebih dahulu di dalam negeri menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomi dan pada akhirnya menjadi kemakmuran.

Faktanya sampai hari ini ekspor Indonesia 75% masih bahan mentah, sehingga jam kerja dan tenaga kerja lebih banyak di luar negeri. Implikasinya di tanah air banyak pengangguran, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan nasionalisme dan Pancasila yang kuat untuk tidak menjual bahan mentah kecuali barang jadi. Terdapat dua manfaat yang akan didapatkan yaitu denyut ekonomi yang sangat kuat dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan berkurangnya pengangguran, dan nilai tambah barang jadi.

“Jangan harap bangsa ini akan sampai pada kemakmuran yang hakiki

sebagaimana bangsa yang lain kecuali ketika bangsa ini mengelola SDA dari hulu sampai hilir. Itulah pengejawantahan Pancasila,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Walikota Cirebon, Nasrudin Azis, Dr. Hj. Netty Heryawan, Forkopimda Jabar, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional PP, KPH. Japto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H, Ketua MPW PP Jabar, Tubagus Dasep, Ketua dan anggota DPRD Kota Cirebon, Ketua KNPI, Ketua Kadin Jabar, Danrem, dan sejumlah unsur terkait.

Musyawarah wilayah ini akan dilaksanakan selama dua hari yang dimulai 16-17 Maret 2017. Muswil bertujuan untuk evaluasi program PP, menentukan program PP dan mekanisme penyelenggaraan program.

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/klasifikasi-tumbuhan-paku