BIOGRAFI SINGKAT SULTAN AKBAR

Jalaludin Muhamma Akbar (1560-1605 M) dilahirkan tanggal 15 Oktober 1542. Ia adalah sultan Mughal ketika India. Akbar berhasil menyatukan kembali kerajaan Islam di India. Ia berhasil memeprluas batas wilayah negaranya dari Kabul di barat hingga Bihar di Timur yang sebelumnya kerajaan itu terkoyak-koyak setelah Babur meninggal. Akbar adalah seorang pemberani, berwatak keras, senang berperang, berburu dan memanah. Kakeknya Babur, pernah berwasiat agar ia tidak mempersulit kehidupan rakyat yang tidak muslim, karena hal itu merupakan cara yang paling bijaksana dalam memperingan masalah-masalah hukum di India. Akbar sendiri memulainya dengan menikahi wanita Hindu. Dia memperbolehkan istrinya dan wanita-wanita Harem lainnya untuk mengerjakan ajaran-ajaran agma mereka di istana dengan sebebas-bebasnya. Bahkan Akbar juga mengundang para pendeta Kristen dan para pendakwah ke istananya untuk berdiskusi dengan para ahli fikih Muslim dengan tetap memegang akidah Islam yang benar. Dia melihat bahwa untuk menjamin kedamaian masyarakat Islam di India, Islam harus menerima unsur-unsur dari luar baik Hindu, Zoroaster maupun dari agama lainya.

Sistem pemerintahan Akbar adalah militeristik.

Pemerintah pusat dipimpin oleh raja. Selama menjalankan pemerintahannya, Akbar menekankan terciptanya stabilitas dan keamanan dalam negeri. Dia menyadari bahwa masyarakat India merupakan masyarakat yang plural baik dari segi agama maupun etnis. Kebijakan-kebijakan yang dibuatnya bertujuan untuk menjaga persatuan wilayahnya.
Selain merupakan seorang negarawan sekaligus jenderal besar, sultan Akbar juga lebih menarik sebagai seorang pemikir dan pembaharu keagamaan. Din-i-Ilahi sinkretisnya memperlihatkan keingintahuan yang mendalam tentang agama-agama pada umumnya. Orang-orang Hindu dapat berpartisipasi dan turut mengarahkan jalannya kekaisaran. Di bawah sultan Akbar inilah sistem pemerintahan kekaisaran terbentuk dan dia memperlihatkan berbagai etnis kedalam suatu kelas penguasa yamng meliputi orang Turki, Aghanistan, Persia dan Hindu.


Sumber: https://vds.co.id/