Aktivis IKMA PGSD Mengajar lalu Bersenang-senang di Kampung Nagrak

Aktivis IKMA PGSD Mengajar lalu Bersenang-senang di Kampung Nagrak

Aktivis IKMA PGSD Mengajar lalu Bersenang-senang di Kampung Nagrak

Aktivis IKMA PGSD Mengajar lalu Bersenang-senang di Kampung Nagrak
Aktivis IKMA PGSD Mengajar lalu Bersenang-senang di Kampung Nagrak

Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Pendidikan dan Pengajaran,

Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Tri Dharma merupakan tanggung jawab civitas akademika dalam menjalani aktivitasnya yang harus dilakukan dan dikembangkan secara terus menerus.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (IKMA PGSD) Indonesia, Reza Aristiawan dalam rilisnya kepada kantor berita RMOLJabar mengatakan pihaknya telah melaksanakan pengabdian masyarakat, tepatnya di Kampung Nagrak, Desa Drawati, Kec Paseh, Kab Bandung pada 11-14 Januari yang lalu.

“Pengabdian ini akan terus menerus dijalankan demi terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi,

khususnya oleh para calon tenaga pendidik dan kependidikan tingkat sekolah dasar, di seluruh Indonesia,” kata Reza Aristiawan, Selasa (16/1).

Reza pun menyebutkan susunan dan rangkaian acara yang digelar selama 4 hari tersebut. Di hari pertama, kata Reza, pada Kamis 11 Januari 2018, pagi hari semua peserta memulai keberangkatan dari titik kumpul Kampus UPI Cibiru (Bandung) menuju ke lokasi.

“Diawali dengan diskusi aspirasi antara mahasiswa dengan masyarakat setempat. Kami membahas tentang keluhan-keluhan para warga dan merumuskan solusi bersama-sama,” tutur Reza yang juga Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Selanjutnya di hari kedua, sambung Reza, para peserta membuat kelas inspirasi

dengan mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang ada di lokasi. Kemudian, lanjut Reza, melaksanakan Seminar Pendidikan dan mengajar mengaji di sekitar kawasan tersebut.

“Adapun di hari ketiga peserta mengajak warga untuk bersenang-senang dengan permainan tradisional, futsal antar peserta dengan warga, bernyanyi bersama dan lain-lain,” paparnya.

Sementara di hari terakhir, imbuh Reza, sebelum para peserta kembali ke tempat asalnya masing-masing, seluruh peserta bersama warga bergotong royong membersihkan lingkungan desa dan memperbaiki sarana prasarana desa yang rusak.

Reza menjelaskan, dalam pengabdian masyarakat, seorang akademisi dituntut untuk mempraktikan ilmu-ilmu yang telah dipelajari di lingkungan Perguruan Tinggi agar mendapatkan manfaat nyata yang dapat diterapkan. Dengan kata lain, terang Reza, seorang akademisi, baik dosen maupun mahasiswa, harus dapat menjadi teladan bagi masyarakat umum diluar civitas akademika.

Dijelaskan Reza, Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut mengangkat tema “Mengabdi Sepenuh Hati, Berkarya Untuk Negeri”. Kegiatan, sukses dilaksanakan oleh IKMA PGSD Wilayah 2 daerah 1 (Jakarta, Banten Jawa Barat) dengan peserta terdiri dari puluhan mahasiswa gabungan perwakilan.

Diantara mereka merupakan perwakilan dari Universitas Islam 45 Bekasi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka Jakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Universitas Muhammadiyah Tanggerang, Universitas Setia Budhi Rangkas Bitung, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Universitas Muhammadiyah Cirebon, UPI Purwakarta, UPI Cibiru, UPI Bumi Siliwangi, dan UPI Tasikmalaya.

 

Baca Juga :