Aktivitas dan pengetahuan awal siswa

 Aktivitas dan pengetahuan awal siswa

 Aktivitas dan pengetahuan awal siswa

Belajar merupakan berbuat dan memperoleh pengalaman tertentusesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan hanya terbatas pada aktivitas fisik saja, tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis atau aktivitas mental.

[6]Pada Awal atau sebelum guru masuk ke kelas dan memberi materi pengajaran kepada siswa, tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah mengetahui pengetahuan awal siswa. Sewaktu memberi materi pengajaran, guru diharapkan tidak kecewa dengan hasil yang dicapai siswa kelak. Untuk mendapat pengetahuan awal siswa, guru dapat melakukan pretes tertulis, dan tanya jawab diawal pelajaran. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran yang tepat kepada siswanya.

Apa metode yang akan kita pergunakan? Itu sangat tergantung pada pengetahuan awl siswa. Setelah itu, guru mengidentifikasi pengetahuan awal tersebut. Pengetahuan awal dapat berasal dari pokok bahasan yang kita ajarkan. Jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta atau memiliki pengalaman, maka kemungkinan besar mereka belum dapat mempergunakan metode yang bersifat belajar mandiri. Metode yang dapat diterapkan adalah ceramah, demontrasi, penampilan, latihan dengan teman, sumbang saran, pratikum, bermain peran dan lain-lain. Sebaliknya, jika siswa telah memahami prinsip, konsep, dan fakta maka guru dapat mempergunakan metode diskusi, studi mandiri, studi kasus, dan metode insiden. Metode ini lebih banyak bersifat analisis, dan memecahkan  masalah.

  1. Integritas bidang studi atau pokok bahasan.

Mengajar merupakan usaha untuk mengembanggkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya mengimbanggakan kemammpuan kognitif saja, tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektik dan aspek psikomotor. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mengembanggkan seluruh aspek kpribadian secara terintegritas. Pada seekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah menengah, program studi diataur dalam tiga kelompok. Pertama, program pendidikana umum, kedua, program pendidikana akademik. Ketiga, program pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan kjasmani dan kesenian dikelompokkan kedalam program pendidikan umum. Dalam pengelolaan pembelajaran, terdapat beberapa prinsip yang harus diketahui, diantaranya:

sumber :
https://belantaraindonesia.org/seva-mobil-bekas/