Alokasi waktu dan sarana penunjang

Alokasi waktu dan sarana penunjang

Alokasi waktu dan sarana penunjang

Waktu yang tersedia dalam pemberian materi daam satu jam pelajaran adalah 40 menit. Metode yang dipergunakan adalah telah dirancang sebelumnya, termasuk perangkat penunjang pembelajaran.perangkat pembelajaran itu dapat dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang, sperti transparan, chart, vidio pembelajaran, film, dn lain sebagainya.

            [7]Metode pembelajaran disesuaikan dengan materi, seperti bidang studi biologi. Metode yang akan diterapkan adalah metode praktikum. Namun bukan barati metode lain tidak dipergunaka. Metode ceramah juga Sangat perlu diperguanakan dan waktunya dialokasikan sekian menit untuk memberi petunjuk, aba-aba, dan arahan.

Metode diskusi juga dapat dipergunakan karena hasil praktikum siswa memerlukan diskusi kelompok untuk memcahan masalah yang mereka hadapi.

  1. Jumlah siswa

            Idealnya, metode yang kita terapkan dikelas perlu mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir, rasio guru dan siswa agara proses belajar menjadi efektif. Ukuran kelas menentukan keberhasilan, terutama pengelolaan kelas dan penyampain materi.

Para ahli pendidikan berpendapat bahwa mutu pembelajran akan tercapai apabila mengurangi besanya kelas. Sebalik, penelola pendidikan bahwa kelas yang kecil-kecil cenderung tinggi biaya pendidikan dan latihannya. Kedua pendapat ini bertentangan mana akal kita dihadapkan pada mutu dan biaya sangat besar. Jika pendidikan memepertimbangkan biaya, mutupendidikan serring kali terabaikan, apalagi saat ini kondisi masyarakat indonesia mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan.

  1. Pengalaman dan kewibawaan pengajar

Guru yang baik dalah guru yang berpengalaman. Pribahasa mengakatan “pengalaman adala guru yang abik”. Apa yang telah diakui dilembaga pendidikan, yakni jika guru memiliki kriteria sebagai guru yang berpengalaman dan telah mengajar kurang lebih sepuluh tahun, maka ia boleh mengajukan diri untuk menjadi calon kepala, sebab persyaratan untuk menjadi kepala sekolah adalah pengalaman mengajar minimal lima tahun saja. Dengan demikian, guru harus memahami seluk beluk persekolahan. Strata pendidikan bukan menjadi jaminan utama dalam keberhasilan belajar akan tetapi pengalaman sajalah yang menentukan, umpamanya guru peka terhadap masalah, memecahkan masalah, memilih metode yang tepat, merumuskan tujuan intruksional, memotivasi siswa, mengelola siswa, mendapat umpan balik dalam proses belajar mengajar. Jabatan guru adalah jabatan profesi, yang membutuhkan pengalaman yang panjang sehingga kelak menjadi profesional. Akan tetapi, profesional guru belum terakui seperti profesional lainnya terutama dalam upah (payment) dan pengakuan (recognize). Sementara itu, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan skill (knowledge and skill), pelayanan (service), tanggung jawab (responsbility), dan persatuan (unity). Disamping pengalaman, guru harus berwibawa. Kewibawaan merupakan syarat mutlak yang bersifat abstrak bagi guru karena guru harus berhadapan dan mengelola siswa yang berbeda latar belakang akademikdan sosial. Guru merupakan sosok tokoh yang disegani bukan ditakuti oleh anank-anak didiknya. Kewibawaan ada pada orang dewasa. Ia tumbuh dan berkembang mengikuti kedewasaan. Ia perlu dijaga dan dirawat. Kewibawaan mudah luntur oleh perbuatan-perbuatan yang tercela pada diri sendiri. Jabatan guru adalah jabatan profesi terhormat, tempat orang-orang bertanya, berkonsultasi, meminta pendapat, menjadi suri tauladan dan sebagainya. Jabatan ini harus mampu mengayomi semua lapisan masyarakat.

sumber :
https://hopalleybrew.com/seva-mobil-bekas/