Asas-asas yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan

Asas-asas yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan

Asas-asas yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan

Menurut arifin dan ety kartikawati dan prayitno dan erman amti asas-asas yang berkenaan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan dan konseling adalah

  1. a)Asas Kerahasiaan

Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan bimbingan dan konseling, kadang-kadang klien harus menyampaikan yang sangat pribadi/rahasia kepada konselor. Oleh karena itu konselor harus menjaga kerahasiaan data perlu dihargai dengan baik, karena hubungan  dalam bimbingan dan konseling hanya dapat berlangsung dengan baik jika data atau imformasi yang dipercayakan kepada konselor atau guru pembimbing dapat dijamin kerahasiaannya. Asas kerahasiaan akan menghilangkan kekhawatiran klien terhadap adanya keinginan konselor/guru pembimbing untuk menyalahgunakan rahasia dan kepercayaan yang telah di berikan kepadanya sehingga merugikan klien. Sebagai firman Allah Swt bahwa memelihara amanah dan menepati janji merupakan salah satu karakteristik orang beruntung. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Mukminun :8

tûïÏ%©!$#ur öNèd öNÎgÏF»oY»tBL{ öNÏdωôgtãurtbqããºu‘ ÇÑÈ

Artinya: “dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya”

(dan orang-orang yang memelihara terhadap amanat yang dipercayakan kepada mereka) dapat di baca secara jamak dan mufrad, yakni amaanaatihim dan amaanatihim (dan janji mereka) yang mereka adakan di antara sesama mereka atau antara mereka dengan Allah, seperti salat dan lain-lainnya (mereka memeliharanya) benar-benar menjaganya.

  1. b)Asas Kesukarelaan

Dalam memahami pengertian bimbingan dan konseling telah dikemukan bahwa merupakan proses membantu individu. Perkataan membantu disini mengandung arti bahwa bimbingan bukan merupakan suatu paksaan.oleh karena itu di dalam kegiatan bimbingan dan konseling diperlukan adanya kerja sama yang demokratis atara konselor dengan kliennya. Kerja sama akan terjalin bilamana klien dapat dengan suka rela menceritakan serta menjelaskan masalah yang dialaminya.

  1. c)Asas Keterbukaankarena hubungan tatap muka antara konselor dan klien merupakan pertemuan bathin. Dengan adanya keterbukaan ini dapat ditumbuhkan kecendrungan pada klien untuk membuka dirinya, untuk membuka kedok hidupnya yang menjadi penghalang bagi perkembangan psikisnya.

Konselor juga didalam bimbingan dan konseling membuka diri, tidak bersikap dibuat-buat atau pura-pura akan mendorong klien mengekspresikan pengalaman pribadinya.

Asas keterbukaan  merupakan asas penting bagi konselor

  1. d)Asas Kekinian

Pada umumnya pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari masalah yang dirasakan klien saat sekarang atau kini, namun pada dasarnya pelayanan bk itu sendiri menjangkau dimensi waktu yang lebih luas, yaitu masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang.  Dalam hal ini di harapkan konselor dapat mengarhkan klien untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapinya sekarang, sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Al- Ashar:1-3:

ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä(#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?urÈd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ

Artinya: “demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.

Al-asr artinya zaman atau masa yang padanya bani adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk. Malik telah meriwayatkan dari zaid bahwa makna yang dimaksud adalah waktu asar. Sesungguhnya manusia itu yang dimaksud jenis manusia benar-benar berada dalam kerugian di dalam perniagaannya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi di dalam perniagaannya dan nasiha menasihati artinya sebagian yang lainnya supaya menaati kebenaran yaitu iman dan nasihat-menasihati dengan kesabaran yaitu didalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

  1. e)Asas Kemandirian

Salah satu tujuan pemberian layanan bk adalah agar konselor berusaha menghidupkan kemandirian di dalam diri klien. Oleh karena itu konselor dan klien harus berusaha untuk menumbuhkan sikap kemandirian itu di dalam diri klien dengan cara memberikan respon yang cermat. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah :286:

Ÿw ß#Ïk=s3ムª!$# $²¡øÿtR žwÎ) $ygyèó™ãr 4$ygs9 $tB ôMt6|¡x. $pköŽn=tãur $tB ôMt6|¡tFø.$# 3 ÇËÑÏÈ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…..”

Allah tidaklah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, artinya sekadar kesanggupannya. Ia mendapat dari apa yang diusahakannya berupa kebaikan artinya pahalanya dan ia beroleh pula dari hasil kejahatannya, yakni dosanya.

  1. f)Asas Kegiatan

Dalam hal ini klien harus mampu melakukan sendiri kegiatan-kegiatan tersebut dalam rangka mencapai tujuan bk yang telah ditetapkan. Di pihak lain konselor harus berusaha mendorong agar kliennya mampu melakukan kegiatan yang telah di tetapkan tersebut.[5]

  1. g)Asas Kedinamisan

Usaha bk menghendaki terjadinya perubahan pada klien yang dibimbing, yaitu perubahan perilaku kearah lebih baik. Perubahan yang terjadi tidak sekadar mengulang-ulang hal-hal yang lama yang bersifat monoton, melainkan perubahan yang selalu menuju ke suatu pembaruan atau yang lebih maju dan dinamis sesuai dengan arah perkembangan klien yang di kehendaki.

  1. h)Asas Keterpaduan

Individu memiliki berbagai aspek kepribadian yang apabila keadaannya tidak seimbang, tidak serasi, dan tidak terpadu, justru akan menimbulkan masalah. Oleh sebab itu, usaha bk hendaklah memadukan berbagai aspek kepribadian klien. Selain keterpaduan pada diri klien juga harus terpadu dalam isi dan proses layanan yang diberikan. Tidak boleh aspek layanan yang satu tidak serasi apalagibertentangan dengan aspek layanan yang lainnya. Dituntut konselor memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien dan aspek-aspek lingkungan klien dan berbagai sumber yang dapat diaktifkan untuk menangani masalah klien.

  1. i)Asas Kenormatifan

Usaha bk tidak boleh bertentangan dengan norma-normayang berlaku, baik norma agama, hukum atau negara, norma ilmu, maupun norma kebiasaan sehari-hari. seluruh isi dan proses konseling harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Demikian pula prosedur, teknik dan peralatan yang dipakai tidak menyimpang dari norma-norms yang berlaku.

  1. j)Asas Keahlian

Pelayanan bk harus dilakukan oleh orang yang memilki keahlian (memilki pengetahuan dan ketrampilan) tentang bimbingan dan konseling. Asas ahli juga mengaju kepada kualifikasi konselor seperti pendidikan dan pengalaman. Selain itu, juga harus mengetahui dan memahami secara baik teori-teori dan praktik bk.

  1. k)Asas Alih Tangan

Asas ini bermakna bahwa konselor dalam memberikan pelayanan bk jangan melebihi batas kewenangannya. Apabila konselor telah mengerahkan segenap tenaga dan kemampuannya untuk memecahkan masalah klien, tetapi belum berhasil maka konselor yang bersangkutan harus memindahkan tanggung jawab pemberian bimbingan dan konseling kepada pembimbing atau konselor lain atau kepada orang lain yang lebih mengetahui.

  1. l)Asas Tut Wuri Handayani

Asas ini mnunjuk pada suasana umum yang hendak tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara pembimbing dengan klien. Asas ini menuntun agar layanan bk tidak hanya di rasakan adanya pada waktu klien mengalami masalah. Dalam praktik bk islam, asas ini bertumpu pada keteladan Rasulullah Saw. Merupakan sosok pemecah masalah yang efektif, sehingga berbagai masalah para sahabat ketika itu dapat dinpecahkan melalui percontohan dari Rasulullah Saw. Dalam surah Al-Ahzab ayat 21:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” [6]

sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan bagi kalian uswatun yang baik untuk diikuti dalam hal berperang dan keteguhan serta kesabarannya yang masing-masing di terapkan pada tempat-tempat nya bagi orang yang mengingat Allah.


Sumber: https://rajasatour.id/altered-beast-classic-apk/