Belajar Adalah

Belajar Adalah

Belajar Adalah

Belajar Adalah
Belajar Adalah

Saya pernah memikirkan suatu pernyataan bahwa jodoh-rejeki-mati ada di tangan Tuhan. Jika benar demikian, maka segala faktor derivatif yang mendukung jodoh-rejeki-mati juga sudah diatur oleh Tuhan. Misalnya kecantikan wajah, pekerjaan, atau sakit.

Kalau semua sudah diatur dan kita hanya perlu menjalani, lalu apa yang tidak diatur untuk manusia?

Setelah saya pikirkan, jawabannya adalah belajar.

Tugas manusia di dunia adalah belajar. Belajar itu tidak hanya belajar keilmuan namun juga belajar dari kehidupan. Belajar itu tidak hanya untuk meningkatkan ketrampilan, namun juga wawasan dan kebijaksanaan.

Jika kita menyadari, belajar itu tidak akan pernah selesai, karena setiap hari hidup selalu memberi kita pelajaran.

Kita lihat dari jaman dahulu hingga sekarang, permasalahan manusia juga belum berubah secara signifikan. Ada orang-orang yang sangat makmur, sementara masih ada banyak orang yang kelaparan. Orang-orang masih menyimpan hawa nafsu, iri, dengki, dan amarah. Perang dan pertikaian masih terjadi.

Sejarah masih berulang dalam kemasan yang berbeda. Artinya, hidup masih memberi pelajaran dan ujian yang sama bagi umat manusia. Sayangnya, hal ini juga berarti bahwa manusia masih belum belajar.

Hasil dari belajar itu bukan ketika kita mendapat nilai bagus, atau penghargaan, atau titel di belakang nama kita. Hasil dari belajar itu perubahan. Kita benar-benar belajar ketika kita berubah karena mendapat pemahaman dari pelajaran.

Jadi, jika ada yang mengatakan rejeki itu sudah digariskan, maka jangan khawatir dengan rejeki karena rejeki tidak akan tertukar. Khawatirlah jika tidak belajar, karena belajar tidak digariskan. Ilmu dan kebijaksanaan itu harus dicari

Baca Juga ;