Buku Besar Pembantu

 Buku Besar Pembantu

Sistem akuntansi perlu dirancang untuk menyediakan imformasi mengenai jumlah utang ke berbagai pelanggan dan jumlah utang ke berbagai kreditur. Kita dapat membuat akun terpisah untuk setiap pelanggan dan kreditur di buku besar. Tetapi dengan semakin banyaknya jumlah pelanggan dan kreditur, buku besar menjadi sulit untuk digunakan ketika mencakup banyak pelanggan dan kreditur. Sejumlah besar akun individu yang memiliki kesamaan karakteristik dapat dikumpulkan bersama dalam buku besar terpisah yang disebut dengan buku besar pembantu (subsidiary ledger).[7]

Buku  utama yang mencakup seluruh akun-akun neraca dan laporan laba rugi kemudian disebut dengan buku besar umum (general ledger). Dalam  buku besar umum, setiap buku besar pembantu akan diwakili oleh suatu akun yang merangkum saldo, yang disebut akun pengendali atau akun induk (controling account). Jumlah saldo akun dalam buku besar pembantu harus sama dengan saldo pada akun pengendali terkait. Oleh karena itu, kita bisa menganggap bahwa buku besar pembantu adalah buku sekunder yang mendukung akun pengendali di buku besar. Akun-akun yang mencatat pelanggan berdasarkan urutan abjad dalam buku besar pembantu disebut sebagai buku besar pembantu piutang usaha (accounts recevaiable subsidiary leadger) atau buku besar pelanggan.

Akun pengendali dalam buku besar yang merangkum seluruh transaksi debit dan kredit untuk setiap akun pelanggan individu adalah Piutang usaha. Akun akun individu yang mencatat kreditor berdasarkan urutan abjad dalam buku besar pembantu disebut sebagai buku besar pembantu utang usaha (accounts payable subsidiary ledgeratau buku besar kreditor. Akun pengendali yang terkait dalam buku besar adalah utang usaha.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/