CARA CARA MENDAPATKAN KEBENARAN

Berbagai tindakan untuk memperoleh pengetahuan secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu secara ilmiah dan nonilmiah, Usaha yang dilakukan secara nonilmiah menghasilkan pengetahuan (knowledge), dan bukan science. Sedangkan melalui usaha yang bersifat ilmiah menghasilkan pengetahuan ilmiah atau ilmu.

  1. Huitt (1998), dalam artikelnya yang berjudul“Measurement,Evaluation, and Research : Ways of Knowing”, menyatakan bahwa ada lima macam cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar (kebenaran) yaitu : pengalaman, intuisi, agama, filsafat, dan ilmu.

Dengan cara-cara tersebut dapat diperoleh kebenaran pengalaman atau kebenaran indera, kebenaran intuitif, kebenaran religius, kebenaran filosofis, dan kebenaran ilmiah.

Bgaimana memulainya dalam mencari kebenaran adalah kita tentukan dulu hal manakah yang akan kita cari kebenarannya. Dalam tahap ini kita menghadapi pernyataan “ what” dan “when” (apa dan kapan). Kemudian jalan pembuktiannya kita lakukan. Dalam pembuktian ini kita masuk tahap “why” dan “how” (mengapa dan bagaimana). Dan perlu dicatat pula bahwa kebenaran yang kita temukan sering bersifat subjektif. Apa yang kita nilai benar, belum tentu dinilai benar oleh orang lain. Demikian pula kebenaran yang akan kita buktikan belum tentu sama dengan kebenaran yang dicari orang lain.

Karena pencarian kebenaran sampai pada tahap “why” dan “how” maka merupakan bagian dari filsafat. Oleh karena itu, dalam mencari kebenaran harus memakai alur pemikiran filsafati seperti rasio kita (alur thinking), kemudian menggunakan seluruh panca indera yang kita miliki (alur sensing), menggunakan perasaan (alur feeling) sampai batas mereka menemukan satu kebenaran dan pembenaran yang hakiki (alur believing). Dan kesimpulannya memang kebenaran itu sifatnya reltif atau tergantung masing-masing individu, karena masing-masing individu memiliki cara atau proses dalam mencari kebenaran yang berbeda.

sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/seva-mobil-bekas/