Cara menghasilkan telur bebek yang berkualitas

Biasanya Seorang peternak bebek petelur sering mendapatkan kesulitan, dimana telur yang dihasilkan bebeknya tidak sesuai dengan telur bebek yang berkualitas, padahal mereka telah mengeluarkan biaya dan waktu yang tidak sedikit saat memelihara bebeknya tersebut. Berbagai macam kendala tentang kualitas telur diantaranya adalah ukuran telur kecil, telur infertil, kerabang telur kotor dan retak, kuning telur berwarna pucat dan kerabang telur putih atau tipis.

cara menghadapi kendala yang sering ditemui peternak bebek petelur

1. Telur terlalu kecil
ukuran telur bebek yang kecil atau tidak sesuai dengan standar tentu saja harganya pun akan lebih murah dari telur yang memenuhi standar, bahkan telur yangsangat kecil bisa tidak memiliki nilai jual sama sekali. Telur kecil hanya dihasilkan oleh itik yang sedang belajar bertelur atau itik anda mengalami :

 

  • usia bebek kurang dari 5,5 bulan

 

Idealnya bebek belajar bertelur pada umur 5,5  bulan namun kenyataan dilapangan peternak malah seringkali mengharapkan agar bebeknya cepat bertelur!!!. Padahal bebek yang terlalu muda bertelur akan menhasilkan telur yang kecil – kecil selamanya. karena fisik bebek belum tumbuh sempurna sedangkan pembentukkan telur telah terjadi. bebek matang kelamin diusia muda sebagai akibat dari pemeliharaan bebek yang dicampur antara jantan dan betina sehingga terjadi perkawinan sebelum waktunya dan juga karena itik menerima pencahayaan yang berlebih. Bila bebek bayah diberi pencahayaan sebelum waktunya maka cahaya lampu akan diterima oleh syaraf mata dan merangsang kelenjar hormon untuk memproduksi telur. Pemberian cahaya pada itik sebelum produksi sebaiknya sekedar agar bebek tidak ribut, untuk kemudian ditingkatkan menjadi 15 watt/10m2 bagi bebek menjelang bertelur dan kemudian ditingkatkan terus hingga bebek menerima cahaya terang selama 16 jam sehari dengan kekuatan sekitar 30 watt/10 m2.

 

  • Berat badan bebek saat bayah dibawah standar.

 

Saat bebek mencapai umur 12 minggu usahakan bebek telah mencapai bobot 1,2 kg untuk kemudian 20 minggu telah mencapai 1,3-1,4 kg. Bila bebek tidak mencapai bobot standar maka kerangka tubuh bebek tidak terbentuk sempurna dan akan menghasilkan telur yang kecil akibat terlewatnya ” masa emas” pertumbuhan. Panjang tulang kering/shank juga dapat menjadi acuan maksimal tidaknya kerangka tubuh bebek. bebek siap telur jenis indian runner ( mojosari, tegal, magelang dsb) memiliki panjang tulang kering/shank antara 6,5-7 cm. Namun perlu diperhatikan juga jangan sampai bobot bebek terlalu tinggi/gemuk karena bebek yang terlalu gemuk akan sulit bertelur akibat timbunan lemak dalam saluran reproduksinya.

 

  • Bebek terkena penyakit pada saluran reproduksinya.

 

Serangan penyakit akibat virus seperti flu burung, ND/tetelo, IB dan EDS dapat menyebabkan infeksi pada saluran reproduksi sehingga bentuk telur bebek menjadi kecil, warna kerabang telur pucat, kerabang telur tipis, lembek atau bahkan tanpa kerabang sama sekali.

 

  • Kekurangan air minum dan nutrisi ransum.

 

Bebek yang tidak mengkonsumsi air minum untuk beberapa jam saja dapat berhenti bertelur dan kekurangan air yang terus menerus membuat hasil telur tidak maksimal. Nutrisi yang berperan dalam ukuran telur adalah asam amino methionin, lysine, asam linoleat dan lemak total. Beberapa sumber methionin adalah tepung daging, tempe, susu dan tepung ikan. Sedangkan sumber lysine adalah kacang kedelai, bayam, ikan sarden. Asam linoleat berasal dari lemak ikan, minyak kedelai. Dan sumber lemak didapat dari minyak, daging dan susu dan ikan. Dari paparan diatas terlihat bahwa ikan/tepung ikan merupakan komponen penting pembentukkan telur karena mengandung semua zat yang dibutuhkan untuk menghasilkan telur yang besar.
2. Telur bebek tidak fertil
Telur fertil memiliki harga jual yang lebih tinggi dari telur konsumsi dan telur fertil hanya dihasilkan dalam pemeliharaan Bebek yang memiliki pejantan atau melalui inseminasi buatan. Untuk menghasilkan telur fertil sebaiknya kita memperhatikan hal- hal sbb :

 

  • Pejantan indukkan minimal harus berusia 8 bulan tetapi tidak terlalu tua.

 

Usia produktif pejantan akan menghasilkan telur dengan fertilitas yang tinggi.