Cerita Alumni Beasiswa, Dalam 3 Bulan Bisa Berangkat ke Inggris

Cerita Alumni Beasiswa, Dalam 3 Bulan Bisa Berangkat ke Inggris

Cerita Alumni Beasiswa, Dalam 3 Bulan Bisa Berangkat ke Inggris

Cerita Alumni Beasiswa, Dalam 3 Bulan Bisa Berangkat ke Inggris
Cerita Alumni Beasiswa, Dalam 3 Bulan Bisa Berangkat ke Inggris

Mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di luar negeri tidak sesulit yang dibayangkan. Meski persiapan yang dibutuhkan meliputi banyak hal, tetapi hal itu sebanding dengan hasil yang diharapkan.

Sekjen Mata Garuda Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

Akbar Nikmatullah Dachlan menceritakan pengalamannya ketika mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Universitas Birmingham, Inggris. Dia melewati beberapa tahap selama kurang lebih tiga bulan.

Menurutnya, persyaratan utama yang harus dilengkapi untuk mendapat beasiswa dari LPDP cukup banyak. Namun, peserta umumnya harus aktif dalam berbagai aspek di luar akademik.

“Persyaratan paling utama itu yang diharapkan dari LPDP untuk penerima beasiswanya, mereka yang punya bukan hanya aspek akademik saja, jadi aspek lainnya juga dinilai. Bukan sekadar dia punya IPK, punya segudang prestasi akademiknya, lomba sana sini, tapi aspek pengabdian masyarakat dan ada aspek organisasi,” ujar Akbar saat dihubungi JawaPos.com, Senin (7/1).

Akbar yang juga menjadi Ketua Sahabat Beasiswa itu berangkat ke Inggris pada 2013 lalu dengan beasiswa fully funded. Awalnya, dirinya juga mendaftar di Universitas Amsterdam, Belanda, karena belum diterima di Inggris.

“Sebenarnya LPDP itu tidak mensyaratkan kita sudah harus diterima kampus dulu

. LPDP dari pemerintah tidak mensyaratkan kita sudah diterima di kampus tertentu, tetapi paling tidak jika kami punya target kampus yang itu sesuai kampus yang ada di list mereka, jadi itu cukup meringankan untuk para kandidat,” tuturnya.

Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu menyampaikan, selain administratif, dia juga menyiapkan esai berbentuk motivation letter. Esai itu merupakan salah satu kunci lulus beasiswa.

“Menyusun berbagai macam esai, di antaranya sumbangsih apa yang bisa kita berikan untuk negara ini, yang pernah, yang sekarang dilakukan, dan yang akan dilakukan. Jadi tidak hanya melihat feature-nya saja ke depan apa, tetapi juga saat ini in line nggak sih sama yang kita tulis,” papar dia.

Selain itu, dibutuhkan juga surat rekomendasi dari dosen atau institusi akademik. Namun demikian, LPDP memperbolehkan rekomendasi dari tokoh negara serta masyarakat.

“Untuk LPDP sendiri rekomendasi dari tokoh negara atau tokoh masyarakat

itu juga mereka menerima. Tapi kalau di kampus untuk pendaftaran S2 kampus mereka lebih prefer untuk dapat rekomendasi itu dari orang-orang atau dosen yang dekat dengan kita, meskipun meskipun nggak punya jabatan apa-apa,” katanya.

Saat seluruh persyaratan rampung, dalam tiga bulan, penerima beasiswa sudah bisa berangkat ke kampus tujuan. Sebelum itu, ada proses persiapan keberangkatan (PK) selama 10 hari berupa orientasi dan pembekalan.

“Saya sekitar tiga bulan itu prosesnya. Selama tiga bulan itu saya daftar ke kampus S2 saya di Belanda itu, kemudian yang kedua saya mengumpulkan esai-esai, dan yang ketiga meminta rekomendasi ke dosen-dosen, yang ke keempat itu persiapan IELTS bahasa Inggris,” terang Akbar.

 

Baca Juga :