Classical Conditioning dalam Ruang Kelas

Ruang kelas sebagai contoh classical conditioning sebenarnya sudah umum/biasa. Misalnya, banyak siswa yang gelisah dalam tes. Hal ini tidaklah berarti tidak umum bagi beberapa anak-anak muda mengalami kesulitan secara fisik di sekolah dan beberapa orang tua enggan untuk mengerti fungsi sekolah atau merespon permintaan guru. Classical conditioning dapat membantu kita menjelaskan contoh tersebut. Selain itu dapat pula menjelaskan perasaan-perasaan positif, misalnya sebuah lagu yang mampu membangkitkan perasaan atau suasana hati.

Pemahaman classical conditioning dapat membantu kepekaan guru terhadap pentingnya suasana kelas dan bentuk asosiasi siswa mereka. Misalnya, pikiran siswa jika menemui kesulitan di sekolah atau kelas baru yang diperlakukan dengan kehangatan dan mendapat membantu perhatian yang cukup dari guru mereka. Hal itu akan memberikan kesan. Sebagai respon pebelajar dengan sendirinya untuk memperhatikan kehangatan yang sejati. Jika guru konsisten dalam sikapnya, para siswa nulai mnengasosiasikan sekolah dengan kehangatan guru. Sekolah mendatangkan perasaan menyenangkan dan aman bagi siswa. Kehangatan yang diperlihatkan guru merupakan stimulus yang tidak terkondisikan. Sekolah atau kelas yang mereka asosiasikan dengan kehangatan guru sebagai stimulus yang terkondisikan. Perasaan emosional mereka yang positif sebagai respon.

Generalisasi dan Diskriminasi

Generalisasi muncul bilama stimulus berhubungan/terkait dengan stimulus yang terkondisi serta mendatangkan respon yang terkondisi oleh dirinya sendiri. Misalnya, tim gugup ketika mengambil hasil tes aljabar II (gagal), dia juga gugup ketika mengambil hasil tes kimia (takut gagal). Dia selalu gugup jika mengerjakan tes pengetahuan yang bekaitan dengan aljabar.

Diskriminasi adalah kemampuan untuk memberikan respon-respon yang berbeda untuk dihubungkan tetapi bukan stimulus yang identik. Misalnya tim gugup selama tes Kimia tetapi tidak pada saat bahasa Inggris dan Sejarah. Contohnya dia memberdakan antara bahasa Inggris dan Matematika dengan respon-responnya yang berbeda.

Extinction (Penghapusan)

Dalam studi kasus tim, dia telah melakukan lebih baik semenjak ia beljar dengan Susan dan mengubah kebiasaan belajarnya. Suatu waktu jika ingin mencapai sukses, kegugupannya akan hilang, atau respon yang terkondisi akan hilang. Extinxction atau penghapusan ini terjadi bilamana rangsangan muncul berulang-ulang dalam ketidakadanya rangsangan yang tak terkondisi.

sumber:

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/