Table of Contents

 Coecum

Berdasarkan praktikum yang dilakukan diketahui  berat coecum ayam adalah  berat 8 gram. Menurut Neil (2006), berat coecum berkisar antara 6 sampai 8 gram. Ayam memiliki berat coecum diatas kisaran normal.Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan individu serta pakan yang dikonsumsi.

Semakin tinggi pakan mengandung serat kasar tinggi, maka coeca akan berkembang karena coeca berfungsi untuk mencerna serat kasar. Dengan demikian, coecum pada itik lebih berkembang daripada pada ayam. Coecum terdiri atas dua coeca atau saluran buntu. Di dalam Coecum terjadi pencernaan mirobiologi, karena pencernaan serat kasar dilakukan oleh bakteri pencernaan serat kasar.

3.2.10. Usus besar

Berdasarkan praktikum yang dilakukan diketahui  berat usus besar ayam adalah  berat 2 gram. Menurut Yaman (2010), berat normal rektum adalah 4 sampai 6 gram. Panjang usus besar ayam tidak berada dikisaran normal. Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan pertumbuhan dan performa ayam. Usus besar juga dinamakan intestinum crasum. Fungsi usus besra yaitu untuk perombakan partikel pakan yang tidak tercerna oleh mikroorganisme menjadi feses yang kemudian juga tercampur dengan urine membentuk ekskreta. Feses dan urine sebelum dkeluarkan mengalami penyerapan air sekitar 72% sampai 75%.

3.2.11. Kloaka

Saluran pencernaan ayam berakhir pada kloaka yang merupakan muara keluarnya ekskreta. Menurut Yuwanta (2004), feses dan urin sebelum dikeluarkan mengalami penyerapan air sekitar 72% sampai 75%. Rerata waktu yang diperlukan untuk lintas pakan di dalam saluran pencernaan unggas kurang lebih 4 jam. Muara ureter dinamakan urodeum, muara sperma pada ayam jantan disebut proktodeum, dan muara feses dinamakan koprodeum. Kloaka merupakan tempat keluarnya ekskreta karena urodeum dan koprodeum terletak berhimpitan.

Berdasarkan praktikum yang dilakukan tidak diketahui berat kloaka pada ayam karna pada saat praktikum bahan tersebut tidak tersedia.

sumber :

https://apkmod.co.id/gb-whatsapp-apk/