DIMENSI TANGGUNG-JAWAB PERUSAHAAN

DIMENSI TANGGUNG-JAWAB PERUSAHAAN

DIMENSI TANGGUNG-JAWAB PERUSAHAAN

DIMENSI TANGGUNG-JAWAB PERUSAHAAN
DIMENSI TANGGUNG-JAWAB PERUSAHAAN

DIMENSI TANGGUNG-JAWAB PERUSAHAAN

Perusahaan-perusahaan beroperasi dalam berbagai macam situasi yang mempunyai akibat – akibat sosial. Oleh karena itu perusahaan tidak bisa melepaskan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.

Berikut beberapa tanggung jawab dari perusahaan :

  • Mendapatkan Laba ; Tanpa laba perusahaan tidak akan mampu meneruskan untuk mengoperasikan karyawan atau menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat. Laba merupakan imbalan bagi pemilik perusahaan dari hasil pemroduksian yang mempertaruhkan modal mereka pada perusahaan. 
  • Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan ; Pengusaha bertanggung jawab untuk memperhatikan dan memelihara setiap karyawanya. Perusahaan diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada karyawan, misalnya:

> Memberikan gaji yang layak.
> Memelihara kondisi kerja yang baik.
> Memberikan hak kepada serikat kerja untuk memperoleh kesempatan yang sama bagi setiap karyawan.

  • Memelihara Lingkungan Fisik ; Masyarakat tidak menginginkan derita akibat polusi dan limbah yang ditimbulkan oleh perusahaan . Oleh sebab itu perusahaan harus dapat mengatasi masalah polusi dan limbah yang ditimbulka setiap harinya meskipun biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Apabila hal tesebut dikesampingkan, akan berdampak pada publisitas yang tidak menguntungkan yang berakibat pada turunya penjualan.
  • Kondisi Masyarakat di Sekitar Perusahaan ; Faktor lingkungan menjadi tanggungjawab perusahaan untuk memeliharanya yaitu kondisi masyarakat di sekitar perusahaan. Sering daerah tempat tinggal yang padat penduduk ini dijadikan tempat pembuangan hasil produksi oleh oknum sebuah perusahaan, dan hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan usaha perusahaan. Oleh sebab itu, kalau perusahaan ingin melakukan kegiatan bisnis yang baik harus memelihara hubungan masyarakat dengan baik. 

KONSUMERISME

Konsumerisme adalah paham yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses pemakaian barang-barang hasil produksi. Jika dilakukan secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan, hal tersebut dapat menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa di sadari telah menjangkit dalam kehidupan manusia.

Konsumerisme berasal dari bahasa asing yang berarti consumerism. Menurut Encyclopedia Britanica, konsumerisme sebagai gerakan yang diarahkan untuk menata metode dan standar kerja produsen, penjual, dan pengiklan untuk kepentingan pihak pembeli.

Konsumerisme memiliki nilai luhur yang harus diperjuangkan untuk kepentingan konsumen, CONTOH:

Pihak produsen handphone haruslah selalu memperhatikan efisiensi para konsumennya, produk yang dihasilkan juga harus bisa memudahkan pihak konsumennya dan memiliki banyak fleksibilitas untuk memudahkan kehidupan sehari-hari.

PEMASARAN DALAM LINGKUNGAN YANG BERUBAH

Lingkungan Mikro Perusahaan

Merupakan pelaku yang sangat dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. Dan lingkungan Mikro tersebut tediri atas :

> Perusahaan
Dalam merancang rencana pemasaran, manajemen pemasaran memperhitungkan kelompok dalam perusahan seperti manajemen puncak, keuangan, riset dan pengembangan, pembelian, operasi, akuntasi. Semua kelompok saling berhubungan membentuk lingkungan internal. Kelompok-kelompok ini bekerja sama secara harmonis untuk memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul.
> Pemasok

Pemasok membentuk hubungan penting dalam keseluruhan system penghantar nilai perusahaan. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasanya. Masalah pemasok sangat mempengaruhi pemasaran karena apabila pemasok masalah akan mengurangi penjualan perusahaan dan mengurangi nilai kepuasan pelanggan.
> perantara pemasaran

Perantara pemasaran membantu perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembeli akhir. Perantara pemasaran tersebut meliputi :

  • Penjual perantara adalah perusahaan saluran distribusi yang membantu perusahaan menemukan pelanggan atau melakukan penjualan untuk perusahaan. Penjual perantara diliputi pedagang grosir dan pengecer.
  • Perusahaan distribusi fisik membantu perusahaan menyimpan dan memindahkan barang-barang perusahaan dari titik asalnya ke tempat tujuan.
  • Agen jasa pemasaran adalah firma riset pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan firma konsultan pemasaran yang membantu perusahaan menetapkan target dan mempromosikan produk perusahaan pada pasar secara tepat.
  • Agen jasa pemasaran adalah firma riset pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan firma konsultan pemasaran yang membantu perusahaan menetapkan target dan mempromosikan produk perusahaan pada pasar secara tepat.

> Pelanggan

Perusahaan harus mempelajari lima jenis pasar pelanggan secara lebih dekat:

  • Pasar Konsumen terdiri dari perorangan dan keluarga yang membelibarang dan jasa untuk konsumsi pribadi.
  • Pasar Bisnis membeli barang dan jasa untuk pemrosesan lebih lanjut atau untuk digunakan dalam proses produksi perusahaan.
  • Pasar Penjual Perantara membeli barang dan jasa untuk dijual kembali demi mendapatkan laba.
  • Pasar Pemerintah terdiri dari badan-badan pemerintah yang membeli barang dan jasa untuk menghasilkan pelayanan umum.
  • Pasar Internasional terdiri dari para pembeli di negara lain, termasuk konsumen, produsen, penjual perantara, dan pemerintah.

> Pesaing

Konsep pemasaran yang akan berhasil apabila perusahaan tersebut dapat menyediakan nilai dan kepuasan bagi pelanggan dengan kapasitas yang lebih besar dibanding dengan para pesaing. Oleh sebab itu, perusahaan harus menyesuaikan pemasaran dengan kebutuhan konsumen sasaran dan harus memiliki strategi penawaran yang lebih kuat dari penawaran pesain dalam pikiran masyarakat atau konsumen.

> Masyarakat

Masyarakat adalah kelompok yang mempunyai potensi kepentingan yang nyata, atau yang berpengaruh penting pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11144-pengertian-akuntansi-menurut-para-ahli