Disdik Kabupaten Cirebon Adakan Sosialisi Perbup Tentang Pendidikan Antikorupsi

Disdik Kabupaten Cirebon Adakan Sosialisi Perbup Tentang Pendidikan Antikorupsi

Disdik Kabupaten Cirebon Adakan Sosialisi Perbup Tentang Pendidikan Antikorupsi

Disdik Kabupaten Cirebon Adakan Sosialisi Perbup Tentang Pendidikan Antikorupsi
Disdik Kabupaten Cirebon Adakan Sosialisi Perbup Tentang Pendidikan Antikorupsi

Dinas Pendidikam Kabupaten Cirebon mengadakan sosialisasi Perbup (Peraturan Bupati) Nomor 30 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pendidikan anti korupsi, di Korwil Kecamatan Ciwaringin, Selasa (27/8/19).

Acara tersebut dihadiri Kadisdik Kabupaten Cirebon Asdullah, empat Korwil, yakni kecamatan Susukan, Kecamatan Ciwaringin, Kecamatan Gempol, serta Kecamatan Palimanan dan di seluruh Kepsek SD Negeri/swasta dan perwakilan guru-guru.

Menurut Asdullah, kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosialisasi tentang Perbup Nomor 30 tahun 2019 tentang penyelenggaran pendidikan anti korupsi.

“Kenapa harus dilaksanakan?, Ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara KPK,

kementerian pendidikan dan kebudayaan kemudian kementerian agama, karena kekhawatiran para tokoh nasional melihat gelagat Negara seperti ini, di antaranya banyak tertangkap OTT Gubernur masih muda,” jelasnya.

Menurutnya, kekhawatiran para tokoh nasional ini kemudian dilakukannya pencegahan, yang dimulainya dari anak usia dini. Kira-kira nilai anti korupsi itu dimasukan, diintegrasikan dalam pembelajaran yang ada di sekolah, seperti, pembelajran PKN, Bahasa Indonesia, Matematika, agama dan lainnya.

“Nilai anti korupsi itu ada 9, Jupe (jujur dan peduli) sewaktu SMA

(sederhana, mandiri, dan adil) dia bertanggung jawab, disiplin, kemudian berani, dan kerja keras. Sekiranya pendidikan ini dapat mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan anti korupsi,” terangnya.

Ia menambahkan, salah satu kewajiban sekolah itu, setiap hari Senin, anak SD, SMP, SMA/SMK itu  harus membacakan ikrar pelajar antikorupsi, kemudian yang kedua tiap sekolah itu harus membentuk pos infak (kepedulian) yang nanti digunakan untuk menengok teman yang sakit, atau membantu anak-anak yang kurang beruntung, ketiga pos kehilangan, dan yang keempat kantin kejujuran.

“Ini kita mempertegas lagi melalui Perbub ini, karena isi dari kesepakatan tersebut

harus diajarkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, TK, SD, SMP, SMA/SMK bahkan perguruan tinggi,” terangnya.

Ia menyampaikan, sasaran peraturan bupati bukan hanya untuk anak sekolah tetapi juga untuk pimpinannya, kemudian untuk para Korwil, kepala sekolah.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/