Gangguan Sistem Perkemihan Pada Manusia

Gangguan Sistem Perkemihan Pada Manusia

Gangguan Sistem Perkemihan Pada Manusia

Gangguan Sistem Perkemihan Pada Manusia
Gangguan Sistem Perkemihan Pada Manusia

Retensi Urine

Retensi urine adalah keadaan dimana penderita tidak dapat kencing padahal kandung kemih. Keadaan ini disebabkan oleh sumbatan mekanis  pada uretra atau gangguan fungsional kandung kemih dan sfingternya, misalnya pasca bedah setelah penderita bangun dari biusan.

Retensi urine kronik disebabkan obstruksi uretra yang semakin hebat, sehingga akhirnya kandumg kemih mengalami dilatasi. Pada keadaan ini kemih keluar terus menerus karena kapasitas kemih terlampaui. Penderita tidak mampu berkemih lagi, tetapi urine keluar terus tanpa terkendali . Sering penderita dianggap inkontinensia tetapi kandung kemih yang penuh dapat diraba. Dan fundusnya mendekati pusat pada palpasi perut. Penanganan terdiri dari katerisasi kandung kemih untuk mengosongkannya dan kemudian harus diambil tindakan untuk mencegah kambuhan.

Uretritis Akut

Uretritis akut biasanya disebabkan oleh infeksi gonore atau Chlamydia trachomatus. Fase akut biasanya disertai disuria. Kadang gejala dan tanda agak samaran serta tidak terlalu mengganggu. Pada gonore kadang gejalanya lebih berat sampai bernanah. Infeksi gonore yang disebabkan oleh diplokokus Neisseria gonorrhoeae, merupakan penyakit penting sebab dapat menyebabkan stritur fibrosa di uretra pasterior karena jaringan parut. Selain uretritis akut yang bernanah, dapat pula menyebabkan prostatitis, epididimitis akut dan proktitis. Secara hematogen menyebabkan arthritis akut.

Pada perempuan selain radang akut bernanah saluran kemih bawah, sering juga ditemukan bartholinitis, yaitu radang kelenjar  bartolin atau glandula vestibularis mayor. Terapinya berupa pemberian antibiotik berdasarkan biakan nanah, eksudat, atau endapan kemih sebab basil Neisser sering resisten antibotik.

Pielonefritis

Pielonefritisa akut merupakan infeksi saluran kemih asendens biasanya terjadi melalui refluks vesiko ureter. Selain itu pielonefritis akut ini dapat disebabkan oleh statis, benda asing, cedera, atau instrumasi.

Esensi diagnosis adalah demam, menggigil, nyeri pinggang, disuria, polakisuria, piuria, bakteriuria dan biakan kemih positif.

Gambaran Klinik

Pasien akan demam, menggigil, nyeri pinggang, kurang enak dan nyeri perut yang tidak khas, disuria, hematuria, dan sakit keras sampai mungkin toksik dengan syok, pada pemeriksaan laboratorium ditemukan semua tanda syok dengan bakteriemia yang sama di kemih.

Penatalaksanaan

Terapinya terdiri atas penanganan syok, bakteriemia, dan penyebab sepsis. Penyulitnya adalah pielonefritis, fionefrosis dan abses parinefrik.

Piolonefrosis kronik dapat menyebabkan gangguan faal ginjal sampai destruksi ginjal total. Pionefrosis yang disebabkan obstruksi hubungan ureteropelvik, menjadikan ginjal berupa kantong besar yang mengandung nanah.

Terapinya atas penyaliran pielum yang disusun pembedahan plastik  hubungan pilum-ureter. Jika tidak terdapat lagi sisa jaringan ginjal yang berfaal biasanya dianjurkan ekstirpasi ginjal.

Akses perinefrik terdiri atas abses diluar ginjal yang biasanya  disebabkan oleh infeksi diluar piwlum. Sering disertai batu pielum, berangsur-angsur abses-abses menjadi besar, sampai dapat diraba. Pada pemeriksaan yang dapat ditemukan piuria dan pada pemeriksaan ultrasonografi dilihat ruang bebas abses diluar ginjal. Terapi terdiri dari penyaliran. Sering ginjal tidak berfaal lagi sehingga  nerfrektomi harus dianjurkan.

Abses ginjal kadang disebabkan oleh penyebaran dari sumber yang jauh umumnya infeksi stapilokokus. Kebanyakan abses ginjal disebabkan oleh infeksi nonspesifik ginjal yang sering didasari oleh urolitiasis.

Penyaliran perkutan dengan pembilasan abses ginjal biasanya berhasil baik. Antibiotik yang sesuai dengan biakan kemih dan darah diberikan secara sistemik. Bila sumber infeksi  terletak di dalam ginjal  biasanya ginjal tidak dapat diselamatkan lagi, sehingga harus dilakukan nefrektomi.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/