Hadits Aziz

Menurut lughat, aziz semakna dengan asy-syarif yang berarti mulia

Sedangkan menurut istilah Muhadditsin ialah:

مارواه اثنان ولوكانا فى طبقة واحدة ثم رواه بعدذالك جماعة

Hadits yang diriwayatkan oleh dua orang rawi, meskipun dua perawi tersebut hanya terdapat pada satu thabaqat (lapisan), kemudian setelah itu diriwayatkan oleh orang banyak.[[36]]

3)      Hadits Gharib

Gharib menurut bahasa berarti asing

Menurut istilah Muhaditsin adalah :

ماانفردبروايته نخص فى اي موضع وقع التفرد به من السند

Hadits yang dalam periwayatannya ada perawi yang menyendiri, di (thabaqat) mana saja penyendirian itu terjadi dalam sanad

Maksud daripada penyendirian perawi dalam meriwayatkan hadits, bisa berarti :

–          Mengenai personnya, yakni tidak ada orang lain yang meriwayatkan selain dia sendiri

–          Mengenai sifat atau keadaan perawi, yakni sifat atau keadaan perawi itu berbeda dengan sifat dan keadaan rawi-rawi lain yang juga meriwayatkan hadits itu.

  1. Berdasarkan Kwalitas
  2. Hadits maqbul
  3. Hadîts Shahîh

Secara bahasa Shahîh  merupakan lawan dari سقيم (sakit). Istilah Shahîh  pada dasarnya dipakaikan untuk menyebutkan keadaan fisik, dan terhadap hadits ini merupakan bentuk majazy/maknawiy.[[37]]

Secara istilah terdapat beberapa defenisi yang dirumuskan oleh ulamahadîts di antaranya:

1)      Ibn Shalah:

هو المسند الذي يتصل اسناده بنقل العدل الضبط عن العدل الضبط الى منتهاه ولا يكون شاذا ولا معللا

“Adalah musnad yang sanadnya bersambung melalui periwayatan orang yang adil lagi dhabit dari orang yang adil lagi dhabit pula sampai ke ujungnya, tidak sadz dan tidak pula terkena ilat”[[38]]

sumber :

https://koruptorindonesia.co.id/2020/04/28/forest-rescue-2-apk/