Hadits-Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu

Hadits-Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu

Hadits-Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu

Hadits-Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu
Hadits-Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu

Hadits 1

مَنْ تَعَلَّمَ باَبًا مِنَ الْعلْمِ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ أُعْطِيَ لَهُ ثَوَابٌ سَبْعِيْنَ نَبِيًّا

Artinya : “ Barang siapa mempelajari satu pecahan dari ilmu dengan maksud akan mengajarkannya kepada orang , maka didiberikan kepadanya pahala tujuh puluh nabi “

Hadits 2

مَنْ جَلَسَ عِنْدَ الْعِالمِ سَاعَتَيْنِ اوْعَكلَ مَعَهُ لَقْمَتَيْنِ اَوٍسَمِعَ مِنْهُ كَلِمَتَيْنِ اَوْمَشَّى مَعَهُ خَطْوَتَيْنِ أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى جَنَّتَيْنِ كَلُّ جَنَّةِ مِثْلُ الدُّنْيَا مَرَّتَيْنِ

Artinya : “ Barang siapa duduk disisi orang yang alim dua jam, atau makan bersamanya dua suapan, atau mendengarkan dari padanya dua kata, atau berjalan bersama ia dua langkah, maka Allah ta’ala memberkan kepadanya dua sorga, yang tiap-tiap sorga dua kali dunia

Hadits 3

جُلُوْسَ سَاعَةٍ عِنْدَ الْعُلَمَاءِ اَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ عِبأدَةِ أِلْفِ سَنَةٍ

Artinya : “ Duduk satu jam disisi para ulama lebih saya sukai dari pada ibadah seribu tahun “

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَا بِدِ كَفَضْلِى عَلىَ اَدْنَاكُمْ

Artinya : “ Keutamaan orang alim diatas orang mahir ibadah itu, menyerupai keutamaan saya diatasorang yang paling rendah dari antara engkau

كُنْ عَالِمًا اَوْمُـتَعَلِّمًا اَوْساَمِعًا وَلاَ تَكُنْ رَابِعًا فَتَهْلِكَ : قِيْلَ ياَرَسُوْلُ الله اَيُّ اَعْمَالِ اَفْضَلُ ؟ فَقَالَ اَلْعِلْمُ بِاللهِ

Artinya : “ Jadilah engkau orang alim (yang mengajar) atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan (pelajaran) dan tidakbolehlah menjadi orang yang keempat, maka rusaklah engkau, Rasulullah saw ditanya : “amal apakah yang paling utama ? Rasulullah menjawaban :”Berilmu wacana Allah”.

مَااَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى طَالِبِ الْعِلْمِ فَكَأنَّماَ أَنْفَفَ مِثْلُ جَبَلِ اَحَدٍ مِنَ الذّهَبِ اْلاَحْمَرِفِي سَبِيْلِ اللهِ تَعَالَى

Artinya : “ Barang siapa yang mendermakan uangnya kepada penuntut ilmu seharga satu dirham, maka seolah-olah ia sudah mendermakan emas merah sebesar pegunungan uhud dijalan Allah ta’ala “.

Diriwayatkan bahwa Nabi saw pernah bersabda :

Artinya :” Apabila sudah hadir hari kiamat, maka dihadirkanlah empat golongan insan disisi pintu sorga tanpa melewati hisab dan siksa, mereka itu yaitu :

1. Orang alim yang mengamalkan ilmunya
2. Seorang haji yang sewaktu menunaikan ibadah hajji tidak melaksanakan kerusakan (yang membatalkan hajinya).
3. Orang yang mati syahid yang terbunuh dalam peperangan
4. Orang yang gemar memberi yang mengusahakan harta halal dan membelanjakan dijalan Allah tanpa riya’ (ingin dilihat oleh manusia).

Mereka saling berebut supaya dapat masuk sorga lebih lampau, maka Allah ta’ala mengutus malaikat Jibril supaya supaya menghukumi mereka. Pertama kali jibril bertanya kepada yang mati syahid dengan katanya :” Apa yang sudah engkau perbuat di dunia sehingga engkau mau masuk sorga yang pertama kali ?, ia menjawaban : “ Saya sudah terbunuh dalam peperangan lantaran mencari ridha Allah,. Kata Jibril : “Dari siapa engkau mendengar wacana pahala orang yang mati syahid ? ia menjawaban : “Dari para ulama”. Kata jibril :” Jagalah kesopanan, tidakboleh engkau menlampaui gurumu yang mengajar engkau !. lalu Malaikat Jibril mengangkat kepalanya kea rah yang berhaji seraya berkata menyerupai yang pertama, dan demikian pula kepada si gemar memberi juga bertanya dengan pertanyaan yang sama. Kemudian orang alim itu berkata : Tuhanku, tidaklah saya menghasilkan ilmu kecuali dengan alasannya sifat kasih akung gemar memberi dan kebaikan orang yang gemar memberi itu”. Maka Allah Azza Wajalla berfirma : “ Telah benar kata si alim itu, hai Ridwan, bukakanlah pintu-pintu sorga supaya supaya sidermawan itu masuk duhulu lalu barulah orang-orang lain menyusul “.

Baca Juga: