HAMA & PENYAKIT BELIMBING

HAMA & PENYAKIT BELIMBING

HAMA & PENYAKIT BELIMBING

Hama Belimbing

1) Lalat buah (Dacus pedestris)

Lalat ini berwarna coklat kekuning-kuningan dengan dua garis membujur, pinggangnya ramping, bersayap seperti baju tidur yg strukturnya tipis & transparan. Lalat betina meletakkan telur pada kulit buah, kemudian menetas menjadi larva. Larva inilah yg kemudian merusak daging buah belimbing hingga menyebabkan bususk & berguguran. Pengendalian: dilakukan dengan cara pembungkusan buah pada stadium pentil (umur 1 bulan dari bunga mekar), mengumpulkan & membakar sisa-sisa tanaman yg berserakan di bawah pohon, memasang sex pheromone seperti Methyl eugenol dlm botol aqua bekas.

2) Hama lain: kutu daun, semut ngangrang (Oecophylla smaragdina) & kelelawar

Pengendalian: kutu daun & semut dpt disemprot dengan insektisida yg mangkus seperti Matador 25 EC dll, sedangkan kelelawar harus dengan cara dihalau.
Penyakit Belimbing

1) Bercak daun

Penyebab: cendawan Cercospora averrhoae Fres. Gejala: terjadi bercak-becak klorotik berbentuk bulat & kecil-kecil pada anak daun. Daun yg terserang berat menjadi kuning & rontok, bahkan sampai gundul pada tanaman muda atau stadium bibit. Pengendalian: dengan cara memotong (amputasi) bagian tanaman yg sakit & disemprot fungisida yg berbahan aktif Kaptafol, seperti Difolatan, dll.

2) Penyakit kapang jelaga

Penyakit ini hidup sbg saprofit pada madu yg dihasilkan oleh kutu-kutu putih. Gejala: permukaan daun tertutup oleh warna hitam, sehingga dpt mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian: disemprot dengan fungisida yg mangkus, misalnya Dithane M45 pada konsentrasi yg dianjurkan.

NEN BUAH BELIMBING

Ciri & Umur Panen Belimbing
Umur panen (petik) buah belimbing sangat dipengaruhi oleh letak geografi penanaman, yaitu faktor lingkungan & iklim. Di dataran rendah yg tipe iklimnya basah, umur petik buah belimbing sekitar 35–60 hari setelah pembungkusan buah atau 65–90 hari setelah bunga mekar. Ciri buah belimbing yg sudah saatnya dipanen adalah ukurannya besar (maksimal), telah matang & warna buahnya berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya. Hal ini tergantung dari varietas belimbing.

Cara Panen Belimbing

Cara panen buah belimbing dilakukan dengan cara memotong tangkainya. Pemetikan buah berlangsung secara kontinyu dengan memilih buah yg telah matang. Waktu panen yg paling baik adalah pagi hari, saat buah masih segar & sebelum cuaca terlalu panas (terik). Buah belimbing yg baru dipetik segera dimasukkan (ditampung) dlm suatu wadah secara hati-hati agar tidak memar atau rusak.

Periode Panen Belimbing

Periode panen buah belimbing, umumnya penen perdana pada umur 3-4 tahun setelah tanam. Pembungaan & pembuahan belimbing dpt terus menerus sepanjang tahun, masa panen paling lebat (banyak) biasanya terjadi tiga kali dlm setahun.
Prakiraan Produksi
Potensi hasil/produksi buah belimbing varietas unggul yg ditanam di kebun secara permanen & dipelihara intensif dpt mencapai antara 150–300 buah/pohon/tahun. Bila jarak tanam 5 x 5 m dengan populasi per hektar antara 250–400 pohon dengan produktivitas 150–300 buah/pohon & berat per buah rata-rata 160 gram, maka tingkat produksi per hektar mencapai 6–19 ton.

PASCAPANEN BELIMBING

Seusai panen belimbing perlu penanganan pascapanen lebih lanjut, terutama bila jumlahnya melimpah (banyak). Tahapan penangan pascapanen buah belimbing adalah sbg berikut:
Pengumpulan
Kumpulkan buah belimbing di suatu tempat atau ruangan yg teduh.
Penyortiran & Penggolongan
Pilih buah bedasarkan tingkat kematangan & ukuran yg seragam. Pisahkan (buang) buah yg rusak, cacat atau diserang hama & penyakit. Bersihkan buah dari kotoran yg mungkin menempel dengan alat bantu kuat lembut (halus).
Penyimpanan
Simpan buah belimbing dlm wadah & ruangan (tempat) yg dingin utk persediaan keluarga, atau simpan kotak karton berisi buah belimbing di ruangan pendingin bersuhu antara 5-20 derajat C.
Pengemasan & Pengangkutan

Bungkus tiap buah atau beberapa buah dengan plastik regang atau kertas tissue atau polysterene net.
Masukkan buah belimbing ke dlm wadah (kontainer) berupa kotak karton yg bagian dasar & dindingnya dialasi (dilapisi) busa. Tiap kotak karton berisi maksimal 3 lapis buah belimbing dengan posisi buah bagian pangkalnya berada di bawah. Buah belimbing yg sudah dikemas siap diangkut ke tempat penjualan/penampungan.

Sumber: https://www.kebun.co.id/