Lingkar Kepala (Head Circumference / HC)

Lingkar kepala dihitung dengan rumus :

Lingkar kepala = (DBP + DOF) x 1,57

Ukuran lingkar kepala merupakan alternatif lain untuk menentukan usia kehamilan, pada keadaan dimana ukuran DBP kurang dapat dipercaya, misalnya adanya kompresi kepala. Disamping itu pengukuran lingkar kepala lebih berguna dalan menentukan adanya kelainan bentuk kepala seperti mikro-makrosefalus, atau dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan janin melalui pengukuran rasio lingkar kepala/lingkar perut.

  1. Lingkar Perut (Abdominal Circumference / AC)

Dibandingkan dengan DBP, lingkar kepala, dan femur, maka lingkar perut paling tidak akurat bila dipakai untuk menentukan usia kehamilan. Bentuk abdomen sangat mudah berubah, dan untuk usia kehamilan tertentu variasi ukuran linkar perut cukup besar. Ukuran lingkar perut lebih sering digunakan untuk menentukan besar/berat janin, dan mengevaluasi laju pertumbuhan janin.

  1. Panjang Femur (Femur Length / FL)

Femur merupakan tulang panjang yang bentuknya kompak sehingga mudah diidentifikasi dan tidak mengalami deformasi oleh kompresi.

  1. Cairan ketuban

Pengukuran volume cairan amnion telah menjadi suatu / komponen integral dari pemeriksaan kehamilan untuk melihat adanya resiko kematian janin. Hal ini didasarkan bahwa penurunan perfusi uteroplasenta dapat mengakibatkan gangguan aliran darah ginjal dari janin, menurunkan volume miksi dan menyebabkan terjadinya oligohidramnion.

  1. Plasenta

Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya perkembangan janin.

2.3.6   Manfaat Pemeriksaan USG

  1. Trimester I
  2. Memastikan hamil atau tidak.
  3. Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.
  4. Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.
  5. Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir, denyut janin, dan sebagainya.
  6. Trimester II:
  7. Melakukan penapisan secara menyeluruh.
  8. Menentukan lokasi plasenta.
  9. Mengukur panjang serviks.
  10. Trimester III:
  11. Menilai kesejahteraan janin.
  12. Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.
  13. Melihat posisi janin dan tali pusat.
  14. Menilai keadaan plasenta.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/