Mahasiswa S1Teliti Material Penumbuh Sel Tulang dari Cangkang Bekicot

Mahasiswa S1Teliti Material Penumbuh Sel Tulang dari Cangkang Bekicot

Mahasiswa S1Teliti Material Penumbuh Sel Tulang dari Cangkang Bekicot

Mahasiswa S1Teliti Material Penumbuh Sel Tulang dari Cangkang Bekicot
Mahasiswa S1Teliti Material Penumbuh Sel Tulang dari Cangkang Bekicot

Tulang merupakan organ yang penting bagi manusia, sehingga jika terjadi kerusakan pada tulang,

akan menyebabkan manusia menjadi menderita. Salah satu kerusakan tulang yang sering dijumpai adalah kanker tulang (osteosarcoma),yang merupakan penyakit ganas yang menyerang sel tulang dan beberapakomponen bagian tulang tersebut.

Dalam mengatasi penyakit osteosarcoma dapat dilakukan dengan merehabilitasi jaringan tulang yang rusak dengan melakukan pembedahan untuk memotong sel yang terkena kanker, kemudian dilanjutkan dengan pemberian biomaterial yang memiliki kesamaan karakteristik dari tulang.

Mohamad Heykal Putra Ardana, salah satu mahasiswa yang meneliti Pemanfaatan Kitosan

dari Cangkang Bekicot sebagai Bone Filler Pada Defek Tulang Akibat Kanker Tulang mengatakan, biomaterial yang biasa digunakan adalah bone filler yang merupakan bahan pengisi ke dalam rongga tulang yang rusak.

Sedangkan bahan utama pembuatan bone filler itu adalah hidroksiapatityang mempunyai sifat mekanis yang rendah. “Kitosan merupakan bahan material yang diyakini selain bisa meningkatkan sifat mekanis juga dapat untuk mempercepat proses pertumbuhan sel pada tulang (osteoblas) pasca penanganan kanker tulang,” tutur Heykal.

Kitosan, lanjut Heykal, biasa ditemukan pada hewan yang bercangkang atau berkulit keras.

Dipilihnya bahan yang berasal dari cangkang bekicot karena didalamnya terdapat kandungan kitosan yang lebih besar dibandingkan dengan kulit udang, kepiting, rajungan,dll.

Haykal meneliti bersama teman-temannya yaitu Teky Putri Rahayu, Ilham Nur Dimas Yahya, Anissa Treby Marliandini, dan Laila Firdaus Zakiya. Lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga tersebut lolos Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM- PE) dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (*)

 

Baca Juga :