Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai Makhluk Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, manusia disebut makhluk sosial (homo socius). Manusia sebagai individu atau perorangan, selalu berkeinginan untuk berinteraksi atau berteman dengan individu-individu lainnya. Keinginan ini terutama berhubungan dalam aktivitas hidup di lingkungannya.

Selain melakukan tindakan-tindakan sosial, kita juga mempunyai perasaan sosial. Perasaan sosial ini kadang-kadang lebih tinggi dari perasaan manusia sebagai makhluk ekonomi. Coba kamu bayangkan jika kamu tidak mempunyai teman di kelas. Jika kita tinggal di rumah sendiri tanpa Ayah, Ibu, kakak, dan adik, nyamankah perasaanmu? Kamu pasti akan merasakan kesepian. Di lingkungan yang sangat kecil, seperti di lingkungan kelas atau rumah saja kita sudah sangat membutuhkan orang lain. Apalagi dalam lingkungan yang lebih besar.

Kita ambil contoh di dalam lingkungan Rukun Tetangga (RT). Kita tidak dapat hidup dalam lingkungan keluarga saja, tetapi kita perlu mengenal baik seluruh tetangga dalam lingkungan kita. Jika ada tetangga yang terkena musibah, seperti kebakaran, kebanjiran, atau sakit kita harus berusaha mendatanginya untuk menghibur sekaligus membantu keperluannya.

Oleh karena manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, kemudian muncul organisasi. Organisasi adalah tempat berkumpulnya beberapa orang yang mempunyai suatu tujuan dalam satu kelompok. Di sekolah, kalian juga mengenal beberapa organisasi, seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Praja Muda Karana (Pramuka), tim bola voli, tim sepak bola. dan masih banyak lagi.

Sebagai makhluk sosial , kita tidak boleh bertindak hanya untuk kepentingan pribadi atau individu saja. Kita harus saling menghormati dan membantu karena kita juga ingin dihormati dan dibantu oleh orang lain. Kita dapat memulainya dari lingkungan kecil dahulu, yaitu lingkungan keluarga. Lakukanlah beberapa pekerjaanmu sendiri, misalnya merapikan kamar atau menyiapkan peralatan sekolah. Itu sama artinya, kamu telah meringankan pekerjaan Ibumu.

Sumber : https://forbeslux.co.id/