Modul Baru Mapel Informatika Demi Penuhi Kebutuhan Siswa Milenial

Modul Baru Mapel Informatika Demi Penuhi Kebutuhan Siswa Milenial

Modul Baru Mapel Informatika Demi Penuhi Kebutuhan Siswa Milenial

Modul Baru Mapel Informatika Demi Penuhi Kebutuhan Siswa Milenial
Modul Baru Mapel Informatika Demi Penuhi Kebutuhan Siswa Milenial

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

sedang menyusun modul sebagai panduan mata pelajaran informatika yang akan masuk kurikulum mulai tahun pelajaran 2019-2020. Kompetensi inti didesain sesuai dengan kebutuhan siswa pada era milenial saat ini.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Awaluddin Tjalla menuturkan, materi pengajaran mapel informatika sebenarnya sudah sangat banyak. Bahkan bisa dicari di internet. Karena itu, modul akan dibuat dalam dua bentuk. “Materi dapat dilihat di laman resmi Kemendikbud dan dalam bentuk buku,” jelasnya. Sebab, jika siswa dibiarkan mengakses materi sembarangan, tujuan pembelajaran malah tidak tercapai.

Dia menuturkan, tujuan mengembalikan mapel yang dulu bernama teknologi

informasi dan komunikasi (TIK) itu adalah mengajak siswa berpikir lebih kritis. Selain itu, siswa terbiasa membangun logika untuk memecahkan masalah serta menanamkan batasan-batasan dalam penggunaan teknologi.
Modul Baru Mapel Informatika Demi Penuhi Kebutuhan Siswa Milenial
Kemendikbud siapkan modul baru untuk mapel Informasika pada tahun pelajaran 2019/2020 (Okri Riyana/Radar Cirebon/Jawa Pos Group)

Lantas, bagaimana halnya dengan buku paket mapel TIK lawas?

“Masih bisa digunakan sebagai suplemen sumber belajar,” kata pria yang juga dosen di Universitas Negeri Jakarta itu. Buku paket TIK yang lama hanya mengajarkan cara menggunakan perangkat lunak di komputer. “Nah, jadi saya kira materi yang diajarkan itu akan berbeda,” ujarnya.

Saat ini Awaluddin berfokus pada ketersediaan guru TIK. Menurut dia, masih minim guru yang bersertifikasi dan memiliki pendidikan S-1 yang linier. Saat ini total ada 40 ribu guru TIK. Namun, baru separo yang sudah bersertifikasi dan berpendidikan linier. Meski hanya berstatus mapel pilihan untuk peminatan di jenjang SMP dan SMA, kata Awaluddin, mapel informatika sangat penting. “Tentu, masalah sudah ada pelajarannya. Tapi, guru yang benar-benar sesuai klasifikasi belum ada,” ungkapnya.

Informatika harus benar-benar diajarkan oleh guru-guru yang memang berkompetensi di bidangnya. Ada lima materi yang harus dikuasai guru. Yakni, teknik komputer, jaringan komputer dan internet, analisis data, programming, serta dampak sosial informatika.

 

Sumber :

https://solopellico3p.com/kalimat-langsung-dan-tidak-langsung/