OPINI MENGENAI MEMAKNAI HIDUP

Dalam kenyataan kehidupan, pada prosesnya adalah untuk hidup dan bertindak mulai dari awal seorang manusia dilahirkan sampai ke liang lahat dan kembali lagi menjadi tanah. Pada dasarnya hidup di dunia ini adalah suatu tugas.

Tujuan hidup yang sebenarnya adalah bahagia. Namun pada kenyataanya di dalam suatu kehidupan manusia tak akan mungkin lepas dari yang namanya beban dan penderitaan.  Karena, hidup itu ibarat suatu tugas yang harus dikerjakan yang harus dihadapi sampai nantinya kita tahu siapa diri kita. Semua ini telah diatur sebagaimana mestinya oleh Sang Maha Pencipta bahwasannya penderitaan yang kita alami didalam kehidupan ini merupakan suatu ujian yang diberikan agar manusia itu bisa berpikir kemudian mengubah penderitaan yang mereka alami menjadi suatu tantangan, dan dari tantangan tersebut jika berhasil melewatinya akan menghasilkan sebuah kebahagiaan. Penderitaan yang diberikan kepada manusia tidak semata-mata hanyalah keburukan. Tetapi juga berup kebaikan. Karena hidup ini akan selalu mengalami fluktuasi, tidak hanya berada pada satu jalur saja.

Sikap ikhlas, sabar dan tawakal menjadi kunci utama seseorang dalam menghadapi suatu penderitan. Karena tidak sedikit manusia yang menganggap remeh kehidupan. Mereka yang merasa sudah puas dan nyaman dengan posisi mereka saat ini tidak memikirkan adanya fluktuasi kehidupan. Sehingga sewaktu-waktu terjadi hal tersebut, mereka kaget, tidak siap dengan keadaan ini dan bisa jadi membuat stress jiwa dan pikiran mereka dan akhirnya lari menjadi gila. Namun bagi seseoarng yang sejak dari awal menyadari tujuan dan makna hidup yang sebenarnya, mereka tidaklah cemas ataupun takut akan hal ini. Karena meraka telah percaya kepada Nya bahwa semua ini semata-mata ujian yang diberikan kepada manusia di dalam kehidupan.

Di dalam hidup akan terasa lebih bermakna jika seseorang telah menikmati suatu peristiwa yang pahit, kemudian ia berpikir dan mencoba berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan setelah ia berhasil melewatinya ia kembali ke zona yang disebut bahagia. Jadi bahagia tersebut diperoleh dari suatu proses yang sangat panjang, karena didalam kehidupan ini tak ada yang instan. Semua membutuhkan proses.

Hidup di dunia ini sebenarnya hanyalah suatu tugas seperti yang telah dijielaskan diatas. Tugasnya adalah untuk mengumpulkan amalan-amalan kebaikan yang nantinya sebagai bekal di kehidupan yang sebenarnya yaitu di yaumul akhir.

  1. USAHA UNTUK MENGGAPAI CITA-CITA SELAMA MENJALANI HIDUP

Ada pepatah mengatakan bermimpilah setinggi bintang di langit, karena jika suatu saat kau terjatuh niscaya kau akan terjatuh diantara gugusan bintang-bintang. Namun pada kenyataanya, semua tak semudah dengan apa yang diucapkan. Usaha yang maksimal pun belum cukup untuk menggapai apa yang kita inginkan. Semua itu butuh usaha, doa dan niat dan tekad yang kuat jika kita benar-benar ingin menggapai apa yang kita cita-citakan. Pada intinya kunci dalam mencari menggapai cita-cita kita selama menjalani hidup sebenarnya sederhana sekali, namun masih sangat sulit untuk dilaksanakan. Yaitu niat, ikhlas, tawakal dan sabar. Jika kita telah mengamalkan kunci-kunci diatas Insyaallah kita akan mampu menghadapi segala rintangan-rintangan pada pejuangan dalam menggapai apa yang kita impikan dan selalu kita cita-citakan. Dan satu hal yang terpenting yaitu, HADAPI, HAYATI dan NIKMATI. Hadapi segala tantangan dan rintangan, hayati setiap langkah yang kita lalui dan yang terakhir  nikmati setiap proses yang kita lewati dalam meraih cita-cita kita yang kita impikan. “Butakan mata, tulikan telinga dan matikan rasa.”

Sumber :

https://sewamobilbali.co.id/snapdragon-835-tenagai-asus-zenfone-4-pro/