Pekan Ngaji 4 Usung Grand Tema Menuju Generasi Shalih dan Muslih

Pekan Ngaji 4 Usung Grand Tema Menuju Generasi Shalih dan Muslih

Pekan Ngaji 4 Usung Grand Tema Menuju Generasi Shalih dan Muslih

Pekan Ngaji 4 Usung Grand Tema Menuju Generasi Shalih dan Muslih
Pekan Ngaji 4 Usung Grand Tema Menuju Generasi Shalih dan Muslih

Jangakan berubah, tidak berubahpun ada resikonya’, sebuah kutipan bijak dan sederhana yang disampaikan salah satu Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, R Moh Thohir Abd Hamid AMZ.

Kutipan tersebut memberikan dampak psikologis yang sangat mendalam bagi siapapun yang menginginkan kebijaksanaan sebagai perisai atau tameng dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan.

Menuntut adanya perubahan adalah kewajaran, karena perubahan merupakan keniscayaan.

Tentunya pada perubahan yang lebih baik. “Dalam teori sosial, perubahan menurut Soemarjan harus berdampak pada sistem sosialnya, termasuk di dalamnya adalah nilai, sikap dan pola prilaku di dalam masyarakat,” kata Ketua SC Pekan Ngaji 4 Wahyudi Efendi, Selasa (1/1/2019).

Pesantren dengan segala keunikannya tetap menjadi lembaga pendidikan yang survive, karena terbukti kiprahnya di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sebatas fokus di lingkungan pendidikan semata. Namun juga pada lingkup lain seperti budaya, ekonomi hingga politik.

“Dari itu, dinamisasasi pondok pesantren selalu menjadi acuan dari segala perubahan yang ada di masyarakat. Maka tidak salah ketika inovasi-inovasi pondok pesantren selalu ditunggu keberadaannya,” sambung salah satu asatidz yang akrab disapa Wahyudi.

Keberadaan pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata merupakan salah satu pesantren yang peka akan pentingnya inovasi, berbagai inovasi yang dilakukan oleh Pesantren Bata-Bata selalu menjadi palang pintu bagi inovasi yang dikembangkan di berbagai pesantren lainnya, dan di masyarakat secara umum.

“Hal ini jelas terjadi karena semua yang kami lakukan sesuai dengan apa yang disampaikan Pengasuh Ketiga

Pesantren Bata-bata, KH Ahmad Mahfudz Zayyadi; ‘Sakabbinah parkara manabi e dhesareh kalaben ikhlas, isnya’ Allah samporna’ (segala sesuatu yang didasari ikhlas, insya’ Allah sempurna). Jadi kunci semua inovasi yang dilakukan Bata-Bata berdasarkan keikhlasan, sehingga bermanfaat bagi semuanya,” jelasnya.

Salah satu inovasi fenomenal dilakukan oleh Bata-Bata, yakni pelaksanaan Pekan Ngaji. Satu kegiatan komplit meliputi berbagai sektor, baik pendidikan, ekonomi kreatif, kebudayaan, entertain dan lain sebagainya. Bahkan pembangunan fisik dan non fisik juga menjadi domain dari pelaksanaan spektakuler bertaraf internasional.

Pelaksanaan Pekan Ngaji Pesantren Bata-Bata dilaksanakan setiap tahun satu kali dengan model dan desain

yang berbeda dari tahun ketahun, terakhir pelaksanaan pekan ngaji 3 pada awal 2018 lalu mengangkat tema ‘Pesantren dan Kebangkitan Islam’. Bahkan program tersebut melibatkan pemateri tingkat nasional dan internasional dan semua kalangan.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/