PEMBESARAN IKAN BAWAL BINTANG DI KARAMBA JARING APUNG

Morfologi, Klasifikasi dan Habitat Ikan Bawal Bintang

PEMBESARAN IKAN BAWAL BINTANG DI KARAMBA JARING APUNG

PEMBESARAN IKAN BAWAL BINTANG DI KARAMBA JARING APUNG
PEMBESARAN IKAN BAWAL BINTANG DI KARAMBA JARING APUNG

ecogreenpark.co.id – Bawal bintang termasuk ikan pemakan segala (omnivora) mulai dar plankton terutama diatome dan alga hingga cacing merah, jentik nyamuk, maupun jenis udang-udangan kecil. Pada ikan dewasa dapat diberikan pakan rucah segar yang telah dicincang serta dapat juga diberikan pellet ikan.

Dalam budidaya bawal bintang perlu dilakukan pemilahan ukuran karena tergolong ikan yang sangat aktif menerima pakan sehingga menyebabkan ikan yang ukurannya lebih kecil akan kalah saing dalam memperoleh pakan.  Namun ikan bawal bintang bukan termasuk ikan yang bersifat kanibal seperti ikan kakap putih dan kerapu.

Persiapan wadah

Dalam mempersiapkan wadah (jaring atau waring), ada hal-hal yang perlu dilakukan yaitu pencucian jaring, pemasangan jaring dan pemasangan pemberat. Pencucian jaring dilakukan dengan menggunakan mesin semprot jaring.

Adapun tujuan dari pencucian jaring yaitu untuk membersihkan jaring dari kotoran lumut atau lumpur yang menempel di jaring sehingga sirkulasi air maupun oksigen terhambat. Pemasangan jaring dilakukan di bingkai karamba kemudian ke empat sudutnya diikatkan pada tiang keramba dengan tali kencang agar tidak mudah lepas dan terbawa arus.

Sesudah jaring terpasang, pada setiap sudut jaring juga dipasang pemberat dari batu pemberat. Tujuan dari pemasangan pemberat yaitu untuk menghindari jaring mudah terbawa arus air dan posisi jaring lebih kencang. Wadah yang digunakan pada proses pembesaran bawal bintang berupa karamba jaring apung dengan persyaratan sebagai berikut :

  • Kedalaman perairan ideal untuk usaha pembenihan dan pembesaran ikan bawal bintang adalah 5 – 15 meter.
  • Tinggi gelombang yang disarankan untuk budidaya ikan bawal bintang tidak lebih dari 0.5 – 1.0 meter.
  • Lokasi lahan juga terlindung serta bebas dari erosi dan banjir akibat pasang naik maupun luapan sungai pada musim penghujan.
  • Lokasi yang jauh dari limbah buangan seperti limbah industri, pertanian dan rumah tangga.

Parameter kuliatas air

Persyaratan kualitas air yang ideal untuk budidaya pembesaran ikan bawal bintang adalah :

  • Kecepatan arus 20 – 40 cm/detik
  • Kecerahan perairan 2 – 10 mg/l (untuk partikel > 1 mikron) dan 2 – 3 mg/l (untuk partikel < 1 mikron)
  • Suhu optimal untuk pertumbuhan ikan bawal bintang adalah 28 – 32o C
  • Salinitas 29 – 32o C
  • bawal bintang akan sangat baik bila dipelihara pada air laut dengan PH 6.8 – 8.4
  • Konsentrasi oksigen terlarut 5.0 – 7.0 ppm.

Penebaran benih

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Aklimatisasi perlu dilakukan karena adanya perbedaan suhu  dan salinitas antara daerah asal benih atau media transportasi dengan kondisi air tempat pemeliharaan.

Padat tebar yang dianjurkan adalah benih dengan ukuran 50 – 100 gram dengan kepadatan 100 – 150 ekor per m3. Namun demikian, Pemeliharaan dimulai dari benih berukuran 1 inchi (2,5 cm). atau dapat dilakukan peneberan benih dengan ukuran lain.

Proses aklimatisasi yang dilakukan dengan cara meletakan plastik ke dalam air dan dibiarkan selama 10 – 15 menit, kemudian plastik packing dibuka dan perlahan-lahan air dari laut dimasukan kedalam plastik, dan dibiarkan benih keluar dengan sendirinya.

Pemberian pakan

Jenis pakan yang diberikan adalah pakan buatan yaitu pellet pabrikan yang khusus untuk pakan ikan pompano (ikan bawal bintang), dengan ukuran pellet no. 3, 5, 7, dan 10. Kandungan nutrisi yang ada pada pellet yang diberikan dapat dilihat.

Untuk kebutuhan pakan harian ditentukan berdasarkan persentasi dari bobot ikan. Jumlah pakan harian ikan disesuaikan dengan pertambahan bobot ikan dan populasi ikan di dalam jaring. Semakin besar ukuran ikan, Feeding Rate (FR) semakin kecil, tetapi jumlah pakannya semakin besar.

Pengendalian penyakit dan lingkungan

Penyakit sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ikan bawal bintang, karena dapat menimbulkan gangguan suatu fungsi atau struktur dari organ tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga dapat mengakibatkan kerugian ekonomis atau hilangnya produksi. Penyakit terjadi antara adanya hubungan tiga faktor yaitu ikan, lingkungan dan biota. Penyakit ikan bisa disebabkan oleh bakteri, parasit dan virus. Oleh karena itu tindakan preventif sebaiknya dilakukan lebih awal, sedangkan tindakan pengobatan dilakukan ketika ikan sakit. Pengobatan dilakukan dengan cara perendaman, melalui makanan, penyuntikan. Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan yaitu :

  • Menjaga dan mengontrol kualitas air dengan cara pergantian jaring dan pencucian jaring.
  • Pemberian makanan yang cukup baik jumlah maupun nutrisinya
  • Perendaman dengan air tawar. Tindakan pengobatan adalah langkah terakhir jika tindakan pencegahan tidak berhasil dan tidak efektif dilakukan.

Pemantauan Populasi dan Pertumbuhan Pemantauan populasi

Pemantauan Populasi dan Pertumbuhan Pemantauan populasi menghasilkan informasi kelangsungan hidup ikan sedangkan pemantauan bobot rata-rata akan menghasilkan informasi laju pertumbuhan dan kondisi kesehatan ikan.

Pemantauan ikan dilakukan dengan cara sampling. Sampling adalah pengambilan sejumlah contoh ikan kemudian diukur panjang dan bobotnya. Berdasarkan sampling akan diketahui bobot biomassa ikan, laju pertumbuhan ikan dan FCR.

Grading dilakukan setiap 2 minggu atau 3 minggu sekali pada ukuran ikan dibawah 50 gram, satu bulan sekali untuk ukuran ikan 50 gram dan 2 bulan sekali ukuran ikan diatas 200 gram.

Panen

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari karena pada saat tersebut suhu relatif rendah untuk mengurangi stress selama pemanenan. Panen merupakan tahapan akhir dari semua kegiatan yang telah dilakukan dalam budidaya ikan di KJA. Ukuran panen untuk ikan Bawal Bintang di KJA adalah 400 – 500 gram. Sebelum dilakukan pemanenan ikan bawal bintang tidak diberi pakan atau dipuasakan terlebih dahulu selama 12 – 48 jam. Adapun langkah langkah dalam pemanenan yaitu :

  • Melepaskan (membuka) pemberat disetiap sudut jarring
  • Tarik jaring perlahan-lahan dengan mengunakan kayu sebagai pembatas sehingga ikan terkumpul pada sudut/bagian
  • Perlahan-lahan ikan diserok dengan mengunakan serokan dan kemudian ditimbang bobotnya.

Dari pembahasan artikel tentang pembesaran ikan bawal bintang di karamba jaring apung (KJA) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan untuk memulai budidaya tersebut agar pada tahap atau proses pemeliharaan nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Dan hasil budidaya dapat diterima seperti apa yang di harapkan. seperti untuk kualitas dan kuantitas ikan di inginkan agar tetap dapat memiliki nilai jual yang tinggi/besar terkhusus pada ikan bawal bintang pada proses pemasaran nantinya.

Baca juga artikel lainnya tentang: