PEMELIHARAAN TERNAK WALET

PEMELIHARAAN TERNAK WALET

PEMELIHARAAN TERNAK WALET
PEMELIHARAAN TERNAK WALET

 

1) Perawatan Ternak

Anak burung walet yg baru menetas tdk berbulu & sgt lemah. Anak walet yg belum mampu makan sendir perlu disuapi dgn telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yg stabil & intensif shg tdk perlu dikeluarkan dr mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dgn cara membuka lubang udara mesin.

Setelah berumur 10 hari saat bulu-bulu sdh tumbuh anak walet dipindahkan ke dlm kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dgn alat pemanas yg diletakan ditengah atau pojok kotak.

Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yg sdh siap terbang dibawa ke gedung pd malam hari, kemudian dletakan dlm rak utk pelepasan.
Tinggi rak minimal 2 m dr lantai. Dgn ketinggian ini, anak waket akan dpt terbang pd keesokan harinya & mengikuti cara terbang walet dewasa.

2) Sumber Pakan

Burung walet merupakan burung liar yg mencari makan sendiri. Makanannya adalah serangga-serangga kecil yg ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan & pantai/perairan. Utk mendapatkan sarang walet yg memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama utk musim kemarau. Beberapa cara utk mengasilkan serangga adalah:

a. Menanam tanaman dgn tumpang sari.
b. Budidaya serangga yaitu kutu gaplek & nyamuk.
c. Membuat kolam dipekarangan rumah walet.
d. Menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.

3) Pemeliharaan Kandang

Apabila gedung sdh lama dihuni oleh walet, kotoran yg menumpuk di lantai harus dibersihkan. Kotoran ini tdk dibuang tetapi dimasukan dlm karung & disimpan di gedung.

HAMA & PENYAKIT

1) Tikus

Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh & kotoran serta air kencingnya dpt menyebabkan suhu yg tdk nyaman. Cara pencegahan tikus dgn menutup semua lubang, tdk menimbun barang bekas & kayu-kayu yg akan digunakan utk sarang tikus.

2) Semut

Semut api & semut gatal memakan anak walet & mengganggu burung walet yg sedang bertelur. Cara pemberantasan dgn memberi umpan agar semut-semut yg ada di luar sarang mengerumuninya. Stlh itu semut disiram dgn air panas.

3) Kecoa

Binatang ini memakan sarang burung shg tubuhnya cacat, kecil & tdk sempurna. Cara pemberantasan dgn menyemprot insektisida, menjaga kebersihan & membuang barang yg tdk diperlukan dibuang agar tdk menjadi tempat persembunyian.

4) Cicak & Tokek

Binatang ini memakan telur & sarang walet. Tokek dpt memakan anak burung walet. Kotorannya dpt mencemari raungan & suhu yg ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dgn diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dgn m’buat saluran air di sekitar pagar utk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin & dicat & lubang-lubang yg tdk digunakan ditutup.

PANEN

Sarang burung walet dpt diambil atau dipanen apabila keadaannya sdh memungkinkan utk dipetik. Utk melakukan pemetikan perlu cara & ketentuan tertentu agar hasil yg diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yg baik. Jika terjadi kesalahan dlm menanen akan berakibat fatal bagi gedung & burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu & pindah tempat. Utk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola & waktu pemanenan.
Pola panen sarang burung dpt dilakukan oleh pengelola gedung walet dgn beberapa cara, yaitu:

1) Panen rampasan

Cara ini dilaksanakan stlh sarang siap dipakai utk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung walet bagus & total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tdk baik dlm pelestaraian burung walet karena tdk ada peremajaan.
Kondisinya lemah karena dipicu utk terus menerus m’buat sarang shg tdk ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil & tipis karena produksi air liur tdk mampu mengimbangi pemacuan waktu utk m’buat sarang & bertelur.

2) Panen Buang Telur

Cara ini dilaksanankan stlh burung m’buat sarang & bertelur dua butir. Telur diambil & dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dlm setahun dpt dilakukan panen hingga 4 kali & mutu sarang yg dihasilkan pun baik karena sempurna & tebal.
Adapun kelemahannya yakni, tdk ada kesempatan bagi walet utk menetaskan telurnya.

3) Panen Penetasan

Pd pola ini sarang dpt dipanen ketika anak-anak walet menetas & sdh bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sdh mulai rusak & dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dpt berkembang biak dgn tenang & aman shg polulasi burung dpt meningkat.

Sumber: https://www.tanam.co.id/