Pengatalogan Deskriptif dan Subjek

Pengatalogan Deskriptif dan Subjek

Pengatalogan Deskriptif dan Subjek

Proses tata kerja rutin selanjutnya adalah Pengatalogan. Pengatalogan merupakan proses pembuatan rekaman bibliografi yang merupakan wakil ringkas dari bahan pustaka dalam koleksi sebuah perpustakaan. Wakil ini biasanya disajikan dalam bentuk kartu, buku, lembaran lepas atau dalam bentuk tampilan komputer (online catalog). Wakil tersebut mempunyai fungsi sebagai petunjuk atau indeks kepada dokumen yang menjadi koleksi perpustakaan tersebut.

Di dalam melakukan pengatalogan diperlukan beberapa alat bantu pengatalogan, seperti:

  1. peraturan pengatalogan;
  2. skema klasifikasi;
  3. daftar tajuk subjek;
  4. daftar pengerakan (shelflist).

Bahan pustaka yang akan diproses perlu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. bahan pustaka baru;

2.. bahan pustaka duplikat.

Pengelompokan ini dapat dilakukan berdasarkan informasi yang ada pada kartu pesanan yang ada pada setiap buku

  1. PENGATALOGAN DESKRIPTIF

Pengatalogan deskriptif meliputi penentuan tajuk entri utama dan pembuatan deskripsi bibliograft Tajuk entri utama sebagai awal entri utama, menentukan posisi kartu entri utama dalam susunan abjad pengarang/judul, sedangkan deskripsi bibliografi memberi informasi yang perlu untuk mengenali suatu terbitan dan membedakannya dari terbitan lain.

  • Tajuk Entri Utama

Setiap cantuman bibliografis biasanya memiliki satu titik sibak (access point) atau lebih. Salah satu titik sibak tersebut ditambahkan pada cantuman bibliografis dan menjadi tajuk. Salah satu tajuk tersebut biasanya dijadikan tajuk entri utama dan akan membentuk kartu utama (kartu dasar

  1. Pemilihan tajuk entri utama

Memilih tajuk entri utama. pada dasarnya adalah menentukan penanggung jawab dari suate karya. Untuk menentukan pengarang maka kita harus mengetahui jenis karya. Kita mengetahui ada 4 jenis karya kepengarangan, yaitu sebagai berikut :

1) Karya pengarang tunggal

2) Karya pengarang ganda

3′) Karya pengarang ganda dengan pengarang utama

4) Karya tiga orang pengarang

5) Karya oleh lebih dari tiga orang

6) Karya editor

Karya editor di sini adalah karya pengarang ganda lebih dan dan dipimpin oleh seorang editor.

7) Karya terjemahan

  1. Deskripsi bibliograti

Deskripsi bibliografi adalah uraian yang membahas karakteristik bibliografis.dan fisik bahan pustaka yang sedang digarap. Dasar pembuatan deskripsi bibliografis ini, antara lain Anglo American Cataloging Rule edisi ke-2 (AACR 2), ISBD (M) atau International Standard Bibliographic Description for Monographic Publication.

  1. DESKRIPSI BIBLIOGRAFI UNTUK BUKU (MONOGRAF)

Berikut ini akan dijelaskan deskripsi bibliografi untuk buku yang didasarkan kepada Standar Deskripsi untuk Monograf yang diterbitkan oleh PDII-LIPI. Informasi utama yang dijadikan dasar dalam pembuatan deskripsi bibliografi untuk buku adalah halaman judul.

Deskripsi tersebut terdiri dari tujuh daerah sebagal berikut.

  1. Judul dan Kepengarangan.
  2. Edisi.
  3. Impresum.
  4. Kolasi.

5 . Seri.

  1. Catatan.
  2. Daerah ISBN dan harga

Deskripsi Tersebut terdiri dari tujuh daerah sebagai berikut :

  1. Daerah Judul dan Kepengarangan
  2. Daerah Edisi
  3. Daerah Impresum
  4. Daerah Kolasi
  5. Daerah Seri Monografi
  6. Daerah Catatan
  7. Daerah ISBN dan Harga
  8. Jejakan
  9. Kartu Acuan
  1. PENGATALOGAN SUBJEK ATAU KLASIFIKASI

Klasifikasi didefinisikan sebagai penyusunan sistematik terhadap buku dan bahan pustaka lainnya atau katalog atau entri indeks berdasarkan subjek.

Klasifikasi mempunyai fungsi ganda, yaitu:

  1. sebagai cara penyusunan buku di rak, dan
  2. sebagai sarana penyusunan entri bibliografis dalam katalog tercetak, bibliografi dan indeks dengan susunan sistematis.

Kegiatan pengatalogan subjek atau klasifikasi ini terdiri dari kegiatan:

  1. analisis subjek, dan
  2. penerjemahan unsur-unsur tersebut ke dalam bahasa indeks. Dalam hal ini, , bahasa subjek adalah berupa skema klasifikasi, daftar tajuk subjek dan tesaurus.
  1. Analisis Subjek

Di dalam-melakukan analisis subjek perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Di dalam melakukan analisis subjek tidak hanya melihat judul karya saja, melainkan harus juga memeriksa unsur-unsur lain dari buku seperti daftar isi, ringkasan, pendahuluan.
  2. Penerjemahan Unsur-unsur kg Dalam Bahasa Indeks

Tahap kedua dalam pengatalogan subjek adalah,menerjemahkan unsur-unsur yang terdapat dalam analisis subjek ke dalam bahasa indeks yang digunakan di perpustakaan tersebut. Jika perpustakaan tersebut menggunakan katalog subjek berkelas maka bahasa indeksnya adalah berupa skenia klasifikasi dan deskripsi indeksnya berupa nomor klasifikasi atau notasi kelas.

  1. PASCAKATALOGAN

Kegiatan rutin pascakatalogan adalah meliputi tugas-tugas seperti:

  1. menyusun kartu katalog;
  2. memelihara katalog;
  3. memberi perlengkapan fisik buku;
  4. menjilid majalah dan memperbaiki buku rusak.
  1. Menyusun Kartu Katalog.

Kartu-kartu katalog yang telah dihasilkan pada proses pengatalogan harus disusun dalam laci katalog serta pada daftar pengerakan. Kartu-kartu tersebut disusun sesuai dengan jenis kartu katalog.

  1. Memelihara Kartu Katalog
  2. Memberi Perlengkapan Fisik Buku

Agar buku siap dipinjamkan kepada pemakai maka buku tersebut perlu dilengkapi dengan kelengkapan fisik sebagai berikut.

  1. Label nomor panggil :
  2. Kantong kartu

Kantong – kartu yang berfungsi untuk menempatkan kartu buku

ditempelkan pada bagian dalam kulit belakang buku.

  1. Kartu buku
  2. Slip tanggal kembali
  3. Menjilid Majalah dan Memperbaiki Buku Rusak

Majalah apabila sudah lengkap nomor-nomornya perlu dibundel. Penjilidan majalah tersebut diusahakan tidak terialu tebal agar mudah digunakan ataupun apabila hendak difotokopi. Selain menjilid majalah maka tugas pascakatalogan tersebut juga memperbaiki buku-buku yang rusak seperti menjilid kembali, mengganti halaman yang rusak atau hilang (dengan memfotokopi dari buku lainnya dari judul yang sama)


Sumber:

https://duniabudidaya.co.id/pengertian-evolusi-dan-revolusi/