Pengertian Jual Beli

 Pengertian Jual Beli

                              Dalam istilah fiqih, jual beli disebut dengan al-bay’ yang berarti memindahkan hak milik terhadap benda dengan akad saling menjual, mengganti, atau menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dikatakan: “Ba’a asy-syaia  artinya jika  dia mengeluarkannya ke dalam hak miliknya, dan ba’ahu artinya jika dia membelinya dan memasukinya kedalam hak miliknya. Demikian juga perkataan syara yang artinya mengambil dan syara yang juga berarti menjual jadi, kata al-bay’ berarti menjual, tetapi sekaligus juga berarti beli.

             Secara etimologi, jual beli diartikan sebagai pertukaran sesuatu dengan yang lain atau memberikan sesuatu untuk menukarkan suatu yang lain. Jual beli diartikan dengan pertukaran harta dengan harta atau dengan gantinya atau mengambil sesuatu yang digantikannya itu. Jual beli sering diistilahkan dengan al-bay’, al-syira’, al-mubadalah, dan al-tijarah.

             Adapun definisi jual beli secara istilah, menurut Sayyid Sabiq jual beli adalah pertukaran harta dengan harta atas dasar saling rela atau memindahkan milik dengan ganti yang dapat dibenarkan. Adapun jual beli secara terminologi, para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan jual beli tersebut.

Berikut beberapa pendapat ulama mengenai jual beli :

  1. a)Ulama hanafiyah

            Ia mendefinisikan bahwa jual beli adalah saling tukar harta dengan harta lain melalui Cara yang khusus. Yang dimaksud ulama hanafiyah dengan kata-kata tersebut adalah melalui ijab qabul, atau juga boleh melalui saling memberikan barang dan harga dari penjual dan pembeli.

  1. b)Imam Nawawi

            Jual beli adalah pertukaran harta dengan harta untuk kepemilikan.

  1. c)Ulama Ibn Qudamah

            Menurutnya jual beli adalah saling menukar harta dengan harta dalam bentuk pemindahan milik dan pemilikan. Dalam definisi ini ditekankan kata milik dan pemilikan, karena ada juga tukar menukar harta yang sifatnya tidak harus dimiliki seperti sewa menyewa.

            Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa jual beli ialah suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai secara ridha di antara kedua belah pihak, yang satu menerima benda-benda dan pihak lain menerimanya sesuai dengan perjanjian atau ketentuan yang telah dibenarkan syara’ dan disepakati. Inti dari beberapa pengertian tersebut mempunyai kesamaan dan mengandung hal-hal berikut antara lain :

  1. a)Jual beli dilakukan oleh 2 orang (2 sisi) yang saling melakukan tukar menukar.
  2. b)Tukar menukar tersebut atas suatu barang atau sesuatu yang dihukumi seperti barang, yakni kemanfaatan dari kedua belah pihak.
  3. c)Sesuatu yang tidak berupa barang/harta atau yang dihukumi sepertinya tidak sah untuk diperjualbelikan.
  4. d)Tukar menukar tersebut hukumnya tetap berlaku, yakni kedua belah pihak memilikisesuatu yang diserahkan kepadanya dengan adanya ketetapan jual beli dengan kepemilikan abadi.

sumber :

https://erdf-masters-kart.com/truck-simulator-usa-apk/