Pengertian Kepribadian dan Prestasi Belajar

Kepribadian bahasa inggrisnya “personality”, berasal dari bahasa yunani “per” dan “sonare” yang berarti topeng, tetapi juga berasal dari kata “personae” yang berarti pemain sandiwara, yaitu pemain yang memakai topeng tersebut. Dua kata tersebut diartikan Ross Stagner (dalam Sukmadinata, 2003: 136) menjadi dua macam. Pertama, kepribadian sebagai topeng (mask personality), yaitu kepribadian yang berpura-pura, yang dibuat-buat, yang semu atau mengandung kepalsuan. Kedua, kepribadian sejati (real personality) yaitu kepribadian yang sesungguhnya, yang asli.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Offline versi 1.3 pengertian kepribadian yaitu sifat hakiki yang dimiliki atau tercermin pada sikap seseorang atau bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain. Hal ini berarti kepribadian yang dimaksud merupakan ciri khas berbeda yang dimiliki individu yang satu dengan individu yang lain.

Kepribadian merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh dan kompleks. Setiap orang memiliki kepribadian tersendiri. Walaupun demikian para ahli tetap berusaha untuk menyederhanakannya dengan cara melihat satu atau beberapa faktor dominan, ciri utama, atau melihat beberapa kesamaan. Atas dasar itu maka sejak lama para ahli mengadakan pengelompokkan kepribadian atau tipologi kepribadian.

Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di dalam webster’s New Internasional Dictionary mengungkapkan tentang prestasi yaitu:

“Achievement test a standardised test for measuring the skill or knowledge by person in one more lines of work a study” (Webster’s New Internasional Dictionary, 1951 : 20)

Mempunyai arti kurang lebih prestasi adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Dalam kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto, 1979 : 251)

Menurut Drs. H. Abu Ahmadi menjelaskan pengertian Prestasi Belajar sebagai berikut: Secara teori bila sesuatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untuk mengulanginya. Sumber penguat belajar dapat secara ekstrinsik (nilai, pengakuan, penghargaan) dan dapat secara ekstrinsik (kegairahan  untuk menyelidiki,  mengartikan situasi).

Disamping itu siswa memerlukan/ dan harus menerima umpan balik secara langsung derajat sukses pelaksanaan tugas (nilai raport/nilai test) (Psikologi Belajar DRS.H Abu Ahmadi, Drs. Widodo Supriyono 151)

B.     Tipe-tipe Kepribadian Siswa

Aspek yang paling menantang dari menjadi seorang guru adalah bahwa siswa dalam satu kelas tidak berada dalam satu set tipe yang seragam. Suatu kelas yang diisi oleh dua puluh siswa akan memiliki dua puluh kepribadian yang berbeda dan terdiri dari dua puluh kemampuan akademis. Persoalannya, ketika kekuatan satu orang siswa memberikan pengaruh terhadap siswa lain dan sebaliknya. Kebanyakan dari siswa kita, mereka yang berkepribadian baik kurang begitu memberikan pengaruh dan motivasi dibandingkan dengan siswa-siswa yang berkepribadian buruk yang lebih cenderung agresif.

Hal semacam di atas sangat menantang bagi seorang guru, bahkan guru yang paling efektif sekalipun. Adalah sangat sulit untuk mendidik semua siswa hanya dengan menggunakan satu pendekatan, sehingga seorang guru terbaik akan memperlakukan dan memberikan pembelajaran secara berbeda-beda untuk masing-masing siswa. Hal yang sangat penting bahwa ketika memasuki awal tahun ajaran seorang guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing siswa. Hal ini dapat dilakukan melalui inventarisasi minat, ketertarikan, melalui survei kepribadian, dan melakukan penilaian patokan.

Meskipun demikian, adanya perbedaan kepribadian dan kekuatan ser

Sumber :

Twitter mulai hapus tanda verifikasi di akun bermasalah