Pengertian Manjemen Dari Tiga Orang Ahli

Pengertian Manjemen Dari Tiga Orang Ahli 

Pengertian Manjemen Dari Tiga Orang Ahli 

Pengertian Manjemen Dari Tiga Orang Ahli 
Pengertian Manjemen Dari Tiga Orang Ahli

 

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan

memimpin dan mengendalikan usaha anggota-anggota organisasi serta pendayagunaan seluruh sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Wahjosumidjo. 2008). Pendapat yang lainnya menjelaskan bahwa pengertian manajemen adalah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (Stoner dan Freeman. 2000). Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, serta mengawasi aktivitas-aktivitas sesuatu organisasi dalam rangka upaya mencapai suatu koordinasi sumber daya manusia dan sumber daya alam dalam hal pencapaian sasasaran secara efektif serta efisien (Winardi. 1990), Demikian juga Terry (1982) memberikan pengertian manajemen sebagai pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Sedangkan Seckler yang dikutif oleh Suryosubroto (2004) menjelaskan bahwa dalam proses manajemen tersebut melalui beberapa kegiatan atau langkah pokok, yaitu sebagai berikut: (1) proses perumusan dan perumusan kembali pokok kebijakan umum, (2) proses pemberian, pembagian dan penggunaan wewenang, (3) proses perencanaan, (4) proses pengorganisasian (5) proses penganggaran, (6) proses kepegawaian, (7) proses pelaksanaan, (8) proses pelaporan, dan ke (9) proses pengarahan, pembimbingan, dan pengendalian. Demikian juga Zainun (1987) dengan merujuk pada tugas-tugas manajemen yang dilakukan oleh Kantor Anggaran di Amerika Serikat menyebutkan bahwa langkah dalam proses manajemen tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, policy planning, adalah

menggariskan apa-apa yang menjadi tujuan yang meliputi tugas-tugas: (1) menentukan tujuan dalam garis besarnya sesuai dengan hasil yang diinginkan, (2) menentukan prioritas pencapaian diantara tujuan-tujuan yang dirumuskan, (3) menentukan cara-cara umum untuk merealisasikan tujuan tersebut, (4) mengadakan batasan-batasan tentang waktu, biaya, serta mutu hasil yang hendak diproduksi.
Kedua, program planning, adalah menyusun rencana kerja untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan yang meliputi tugas-tugas: (1) menggariskan usaha kongkrit, (2) melaksanakan prioritas di antara usaha, (3) menegaskan usaha-usaha dalam bentuk rencana kerja dengan lebih terperinci dengan memperkirakan kegiatan, tempat, orang yang dilayani, kesatuan organisasi, waktu, uang, keahlian, menyusun jadwal waktu, memperkirakan hal-hal yang akan mempengaruhi.

Ketiga, organization planning jaitu merencanakan kegiatan

dan membentuk suatu kerangka organisasi dengan kegiatan yang mencakup (1) meneliti dan membandingkan proses kerja yang ada, (2) menyusun suatu kerangka organisasi yang akan memperhatikan masing-masing proses dan kegiatan-kegiatan tersebut, (3) mengada-kan satuan-satuan pembantu untuk masing-masing tingkat organisasi.
Keempat, merenca-nakan dan menyusun prosedur dan metode kerja yang lebih khusus untuk masing-masing bagian, kegiatan bantuan, dan kegiatan tambahan.
Kelima, menyediakan dana serta mengurus keuangan , memperhitungan, memperkirakan pemasukan dan pengeluaran yang diperlukan, serta pembagian anggaran kepada yang membutuhkan.
Keenam, melaksanakan tugas-tugas kepegawaian yang mencakup penetapan jenis dan jumlah jabatan yang perlu diisi, jabatan-jabatan yang lebih mendesak diperlukan, menempatkan orang-orang yang sesuai dengan jabatan, serta mengusahakan pengembangan pegawai yang berhubungan dengan jabatan, pekerjaan, dan lingkungannya.
Ketujuh, mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menjalankan pengontrolan yang diperlukan dalam menilai kinerja, melihat kemajuan, dan mengetahui kekayaan. Dengan demikian dalam langkah ini perlu juga didukung sistem penilaian kerja, menetapkan ukuran-ukuran kerja baik mengnai biaya, mutu, dan hasil, mengolah catatan-catatan dan pelaporan-pelaporan, sistem pemeriksaan kerja, informasi tentang akibat usaha organisasi terhadap masyarakat, dan mengumpulkan informsi yang diperlukan untuk menyempurnakan rencana selanjutnya.
Kedelapan, menganalsis informasi tentang pelaksanaan kerja yang diperoleh melalui laporan atau hasil-hasil penijauan untuk mengetahui: penyimpangan-penyimpangan, kesalahan-kesalahan dari ukuran-ukuran, tingkat kemajuan, jadwal kerja. Menganalisis informasi tersebut harus dilakukan secara obyektif dengan cara meneliti pengaruhnya terhadap masyarakat, pandangan-pandangan orang lain, menilai tujuan dan cara pencapaiannya sudah tepat dan benar.
Kesembilan, mengadakan penyesuaian dan perbaikan terhadap program operasi dan program obyektif dengan merevisi dan memperbaiki organisasi, prosedur, dan metode kerja, mencukupi faslitas, dan mengadakan pergeseran dalam program obyektif dan usaha untuk menyesuaikan dengan keadaan.
Kesepuluh, menggerakkan organisasi dengan jalan: mengetahui reaksi pegawai terhadap kebijaksanaan manajemen dan tujuan organisasi, menganlisis kekuatan-kekuatan dan keadaan-keadaan luar yang mempengaruhi sikap pegawai, mengkoordinasikan kebijaksanaan organisasi, menyampaikan perubahan tujuan organisasi kepada anggota organisasi, mengadakan berbagai perangsang sosial, ekonomi dan lain-lain, mengadakan sitem komunikasi yang baik, meningkatkan daya kerja dan kerja sama di antara pegawai, memberitahukan berbagai kemajuan terhadap anggota organisasi.
Kesebelas, mencukupkan fasilitas dan alat perlengkapan yang lainnya dengan membangun, memelihara serta menggunakan bangunan-bangunan yang baik, menyediakan dan memelihara alat-alat perlengkapan lainnya.
Keduabelas, memelihara hubungan-hubungan ke luar antara lain dengan badan perwakilan rakyat, penjabat-penjabat administratif, yang lebih tinggi, dinas-dinas yang mempunyai hubungan, dan masyarakat umum.
Ketigabelas mengeluarkan perintah-perintah harian untuk melaksanakan keputusan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan serta mengadakan pengawasan dan pengumuman dan selebaran yang lainnya.
Bedasarkan pada uraian tentang berbagai kegiatan atau tugas manajemen tersebut di atas secara umum manajemen di sekolah dapat diberi makna dari berbagai sudut pandang, seperti: (1) manajemen pendidikan sebagai kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan, (2) manajemen pendidikan sebagai proses untuk mencapai tujuan pendidikan, (3) manajemen pendidikan sebagai suatu sistem, (4) manajemen pendidikan sebagai suatu upaya pendayagunaan sumber-sumber untuk mencapai tujuan pendidikan, (5) manajemen pendidikan sebagai kepemimpinan manajemen, (6) manajemen pendidikan sebagai proses pengambilan keputusan, (7) manajemen pendidikan sebagai aktifitas komunikasi, dan (8) manajemen pendidikan sebagai kegiatan tata usaha di sekolah (Suryosubroto. 2004).