Penyandang Disabilitas Sulit Akses Pendidikan, Ganjar Dorong Sekolah Inklusi Bertambah

Penyandang Disabilitas Sulit Akses Pendidikan, Ganjar Dorong Sekolah Inklusi Bertambah

Penyandang Disabilitas Sulit Akses Pendidikan, Ganjar Dorong Sekolah Inklusi Bertambah

Penyandang Disabilitas Sulit Akses Pendidikan, Ganjar Dorong Sekolah Inklusi Bertambah
Penyandang Disabilitas Sulit Akses Pendidikan, Ganjar Dorong Sekolah Inklusi Bertambah

Kurangnya sekolah inklusi di Jawa Tengah, membuat penyandang disabilitas sulit

untuk mengakses pendidikan yamg layak. Cagub Jateng, Ganjar Pranowo minta agar sekolah-sekolah di Jateng ke arah inklusif.

“Kita dorong (sekolah) ke arah inklusi. Dan untuk mewujudkannya bisa dilakukan dengan penambahan guru pendamping atau bekerjasama dengan aktivis pendamping difabel,” jelas Ganjar di Semarang, Rabu (11/4/2018).

Saat mengunjungi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Indah Jaya di Kedungsari,

Semarang, Ganjar Pranowo memberikan apresiasi yang tinggi pada para aktivis yang mengabdikan diri untuk lembaga pendidikan anak usia dini yang mau menerima siswa difabel.

Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Indah Jaya yang berdiri di sebuah rumah ini keseharian yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat dengan dibantu oleh kalangan aktivis pendamping anak.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pengelola dan aktivis yang aktif dan peduli pada difabel

, Ganjar siap membantu sarana seperti alat penjemput dan penambahan pendamping.

“Ini kepedulian yang luar biasa. Kita coba bantu assessment (penilaian-red), misalnya alat penjemput dan penambahan pendamping. Senang di sini ada pelatihan keterampilan jadi life skill yang dibentuk, kita bisa bantu dengan program dari dinas,” ungkap Ganjar.

Ganjar juga mengakui pendidikan untuk anak difabel masih sangat minim. Contohnya di desa Rowosari. Sebenarnya ada sekitar 100 anak difabel. Namun karena daya tampung terbatas hanya bisa menerima 30 anak saja yang bekerjasama dengan Komunias Difabel Arrizqi.

“Sekolah inklusi masih kurang, kita akan dorong dengan menambah guru khusus difabel di sekolah umum atau bisa ambil dari luar seperti volunteer. Dengan pendampingan yang bagus mental anak ini akan bagus juga,” ucap Ganjar.

 

Baca Juga :