Periode Skolastik lanjut atau akhir (abad ke-14-15)

Periode Skolastik lanjut atau akhir (abad ke-14-15)

Periode Skolastik lanjut atau akhir (abad ke-14-15)

Periode skolastik Akhir abad ke 14-15 ditandai dengan pemikiran islam yang berkembang kearah nominalisme ialah aliran yang berpendapat bahwa universalisme tidak memberi petunjuk tentang aspek yang sama dan yang umum mengenai adanya sesuatu hal. Kepercayaan orang pada kemampuan rasio member jawaban atas masalah-masalah iman mulai berkurang. Ada semacam keyakinan bahwa iman dan pengetahuan tidak dapat disatukan. Rasio tidak dapat mempertanggungjawabkan ajaran Gereja, hanya iman yang dapat menerimanya.

Masa ini ditandai dengan adanya rasa jemu terhadap segala macam pemikiran filsafat yang menjadi kiblatnya, sehingga  memperlihatkan stagnasi ( Kemandegan ) diantara tokoh-tokohnya :

ü  William Ockham ( 1285-1349 )

Anggota ordo Fransiskan ini mempertajam dan menghangatkan kembali persoalan mengenai nominalisme yang dulu pernah didiskusikan. Sebagai ahli pikir Inggris yg beraliran Skolastik . karena Ia terlibat dalam pertengkaran umum dg paus John XXII, Ia di penjara di Avignon, tetapi Ia dapat melarikan diri dan mencari perlindungan pada kaisar Louis IV. Ia menolak ajaran Thomas dan mendalilkan bahwa kenyataan itu hanya terdapat pada benda-benda satu demi satu, dan hal-hal yg umum itu hanya tanda-tanda abstrak

Menurut pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat mengetahui barang-barang atas kejadian-kejadian individual dan konsep-konsep atau kesimpulan-kesimpulan umum ttg alam hanya merupakan abstraksi buatan tanpa kenyataan. Pemikiran yg hanya demikian ini dapat dilalui hanya lewat intuisi bukan lewat logika. Di samping itu Ia membantah anggapan Skolastik bahwa logika dapat membuktikan doktrin teologis. Hal ini akan membawa kesulitan dirinya yg pada waktu itu sebagai penguasanya Paus John XXII

ü  Nicolas Cusasus ( 1401-1464 )

Selanjutnya, pada akhir periode ini, muncul seorang pemikir dari daerah yang sekarang masuk wilayah Jerman. Ia menampilkan “pengetahuan mengenai ketidaktahuan” ala Sokrates dalam pemikiran kritisnya:”Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dapat ku ketahui bukanlah Tuhan”. Pemikir yang memiliki minat besar pada kebudayaan Yunani-Romawi Kuno ini adalah orang yang mengatur kita memasuki zaman baru, yakni zaman Modern, yakni zaman Modern yang diawali oleh zaman Renaissans, zaman “kelahiran kembali” kebudayaan Yunani-Romawi di Eropa mulai abad ke-16.

suber :

Joe Dever’s Lone Wolf Complete 1.00 Apk