PROSEDUR PEMERIKSAAN BEBAN

PROSEDUR PEMERIKSAAN BEBAN
PROSEDUR PEMERIKSAAN BEBAN
  1. Meminta buku besar (atau buku pembantu/rincian) masing-masing jenis beban, kemudian cocokkan dengan saldo biaya untuk laporan laba-rugi
  2. Meminta SK Direksi yang mengatur jenis beban (misalnya yang mengatur biaya gaji, honor, jasa, produksi)
  3. Periksa apakah beban yang dikeluarkan telah sesuai dengan ketentuan
  4. Periksa apakah ada pengeluaran/pembebanan beban telah mendapat persetujuan dari pejabat yang yang berwenang
  5. Periksa apakah ada pengeluaran beban yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan, kalau ada tanyakan dan ungkap.
  6. Periksa apakah struktur gaji sesuai dengan jabatan (misalnya apakah gaji direksi lebih kecil dari komisaris/kabag)
  7. Periksa apakah semua pengeluaran beban telah didukung oleh bukti-bukti yng akurat dan sah
  8. Menentukan ketetapan sistem pengendalian intern atas beban.
  9. Menentukan kebenaran jumlah beban.
  10. Menentukan bahwa beban telah dicatat dengan tepat.
  11. Menentukan bahwa beban telah diklasifikasikan dengan tepat.
Prinsip beban diverifikasi pada saat menerima buku-buku harian. Prosedur pemeriksaan apa yang harus dilakukan akan tergantung pada sistem pengendalian intern, praktek-praktek perusahaan dan klasifikasi beban yang tepat. Pemeriksa harus mempelajari prosedur pembukuannya, luas tidaknya pemeriksaan perkiraan beban akan tergantung kepada efektivitas pemeriksaan intern dan pengendalian melalui anggaran biaya overhead pabrik.