Sanksi 'Nunggak', Mobil Ditempeli Stiker Belum Bayar Pajak

Sanksi ‘Nunggak’, Mobil Ditempeli Stiker Belum Bayar Pajak

Sanksi 'Nunggak', Mobil Ditempeli Stiker Belum Bayar Pajak
Sanksi ‘Nunggak’, Mobil Ditempeli Stiker Belum Bayar Pajak

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta menjelaskan ada berbagai sanksi

yang bakal diberikan kepada penunggak pajak mobil mewah, dimulai dari penyegelan mobil dengan stiker sampai kurungan penjara.

Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan aplikasi penyegelan mobil dengan stiker mirip upaya penyegelan rumah atau toko yang pemiliknya belum bayar pajak properti. Penyegelan mobil disebut dengan stiker bertuliskan ‘kendaraan ini belum bayar pajak’.

Lihat juga:Raffi Ahmad dan Artis Lain Kapok Kemplang Pajak Mobil Mewah

BPRD DKI Jakarta saat ini sedang menjalani skema door to door, yakni menyambangi langsung penunggak pajak untuk mengimbau melakukan segera pembayaran. Faisal bilang sanksi penyegelan mobil belum dilakukan saat door to door.

“Untuk sekarang kami belum tempel, baru kasih imbauan di kaca depan.

Tapi nanti kami pasang stiker,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (4/12).

Menurut Faisasl stiker itu bakal dipasang bila penunggak pajak mobil mewah tak menghiraukan pemberitahuan dari otoritas selama tiga kali dalam tiga pekan.

“Jadi setelah imbauan, lalu satu hingga tiga bulan tidak ada pembayaran, langsung kami pasang stiker,” ungkapnya.

Stiker Tak Boleh Dicopot

Friesmount Wongso, Koordinator Supervisi Pencegahan Wilayah III Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuturkan stiker penyegelan mobil itu tidak diperkenankan dicopot sebelum ada pelunasan pajak. Bila ketahuan dicopot, pelaku bakal dikenakan sanksi.

“Itu bentuknya segel. Jika dilepas itu pidana pengerusakan segel,” kata Friesmount.

 

Baca Juga :