Sebab – Sebab Talaq

Sebab – Sebab Talaq

Thalaq dengan sebab tidak mampu

Para ulama telah sepakat bahwa nafkah istri wajib diberikan suaminya. Mereka telah sepakat pula bahwa apabila suami tidak mampu membelanjai istrinya, sedang istri rela tinggal bersamanya, maka tidak ada thalaq dan tidak ada fasakh selama istri rela yang demikian. Akan tetapi mereka berbeda pendapat apabila dalam hal demikian istri tidak rela.
Abu Muhammad ibnu Hazmin berpendapat bahwa apabila suami mampu membelanjai sebagian dari nafkah istrinya, maka ia hanya wajib membiayai menurut kemampuannya, dan kalau sama sekali tidak mampu, maka kepadanya tidak diberatkan apa-apa. Kalau kemudian ia mampu, maka wajib ia memberi nafkah sejak ia mampu dan tidak wajib membayar kembali apa yang telah dibelanjakan oleh istri untuk dirinya selama suaminya tidak mampu. Kemudian istri tidak boleh mencegah dirinya dengan alasan suami tidak memberi nafkah, baik karena udzur atau tanpa udzur. Hanya ia boleh mengambil harta suaminya kalau ada, sebanyak haknya. Bahkan ibnu Hazmin berpendapat bahwa kalau istri itu kaya, wajib membelanjai suaminya, kalau suaminya tidak mampu.

Thalaq dengan sebab memberi melarat, atau karena jauh atau karena cacat

Tidak ragu lagi bahwa adanya thalaq karena jauh atau karena cacat, itu karena memberi melarat kepada salah seorang dari kedua suami istri. Akan tetapi karena terjadi perbedaan pada masing-masing dari keduanya menurut cara-cara tertentu maka memberi melarat itu dibicarakan tersendiri. Dan yang dimaksud memberi melarat disini ialah yang bukan karena jauh dan bukan karena cacat. Yaitu secara positif dan negatif;
Adapun cara positif ialah perkataan atau perbuatan suami yang menyakiti istri, memberi melarat kepadanya dan menimbulkan percekcokan antara keduanya.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/nama-bayi-perempuan-islami/

Adapun cara negatif ialah kalau suami mencengung istri dan tidak memberikanya kebutuhan.

1. Thalaq karena jauh

pembicaraan disini adalah mengenai orang yang jauh, mampu dan bukan orang hilang. Adapun hukum mengenai orang hilang akan diuraikan kemudian. Sedang perceraian karena tidak mampu, sudah dibicarakan terdahulu.
ulama hanafiyah dan syafiiyah berpendpat bahwa hakim tidak boleh menthalaq istri orang dengan alasan suaminya ghaib walaupun sudah lama.

2. Thalaq dengan dengan sebab ‘aib

Para ulama telah sepakat bahwa apabila salah satu pihak dari suami istri mengetahui ada aib pada pihak lain sebelum akad nikah atau diketahuinya sesudah akad tetapi dia sudah rela secara tegas atauada tanda yang menunjukan kerelaanya, maka ia tidak mempunyai hak lagi untuk meminta fasakh, dengan alasan aib itu bagaimanapunjuga.