Table of Contents

Seni teater

Pengertian teater

Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan        merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan,             kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan,   tingkat- tingkat hidup, siklus hidup (kelahiran, pertumbuhan dan kematian)            juga             hiburan. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara             penyampaiannya. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater          terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni        teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita.
Arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang   banyak, misalnya wayang golek, lenong, akrobat, debus, sulap, reog, band dan             sebagainya.

                        Arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakanx   diatas pentas, disaksikan oleh orang banyak, dengan media : percakapan,gerak dan     laku dengan atau tanpa dekor, didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik, nyanyian          dan      tarian.

                        Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar             menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang            diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak,            suara, bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan             manusia.(w.w.w.geoogle.com,diunduh           17 april            2013)

Sejarah perkembangan teater di     Indonesia

Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti             seeing Place (Inggris). Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog)          dan gerak-gerik para   pemain (aktif) di panggung. Percakapan dan gerak-gerik itu     memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah. Dengan demikian, penonton dapat l         angsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan.
Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. Bukti tertulis pengungkapan          bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. Hal ini didasarkan temuan naskah            teater kuno      di Yunani. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa.

Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka       agama, lambat laun upacara keagamaan ini berkembang, bukan hanya berupa       nyanyian, puji-pujian, melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan       lantang, selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan.

Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan, sedangkan istilah drama         merujuk pada pertunjukannya, namun kini kecenderungan orang untuk menyebut             pertunjukan     drama  dengan            istilah   teater.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/