Shalat Safar (Perjalanan)

Shalat Safar (Perjalanan)

Shalat Safar (Perjalanan)

Shalat Safar (Perjalanan)
Shalat Safar (Perjalanan)

Shalat safar ialah shalat yang dilakukan ketika seseorang melakukan perjalanan (safar) baik pada saat akan berangkat maupun sesudah ia pulang ke rumahnya kembali. Adapun jumlah raka’atnya ialah sebanyak dua raka’at.
Penyusunn mengambil kesimpulan demikian didasarkan pada hadits Ibnu Mas’ud dan hadits Muth’i’m bin Miqdad serta hadits Jabir bin Abdullah dan Ka’ab bin Malik. Hadits-hadits tersebut sebagaiman dikutip dalam Hadits di bawah ini.

Hadits Ibnu Mas’ud

: فَقَالَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ للَّهِ ا اِلَى جَاءَرَجُلٌ :قَالَ ض ر مَسْعُوْدٍ ابْنِ لِحَدِيْثِ
عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ فقَالَ .تِجَارَةً الْبَحْرَيْنِ إِلَى أَخْرُجَ أَنْ أُرِيْدُ إِنِّى ، اللَّهِ يَارَسُوْلَ
(مُوَثَّقُوْنَ وَرِجَلُهُ :الزَّوَائِدِ فِىمُجْمَعِ وَقَالَ فِىالْكَبِيْرِ الطَّبَرَانِيُّ رَوَاهُ) وَالسَلَّمَ
Artinya: “Beralasan hadits Ibnu Mas’ud yang mengatakan: “Pernah datanga seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Hai Rasulullah saw., saya hendak pergi ke Bahrain untuk urusan dagang. Lalu Rasulullah saw. menyuruh orang itu: “Pergilah shalat Dua raka’at””. (Riwayat Thabarani dalam al-Kabir)

Hadits Muth’i’m bin Miqdad

آَحَدٌعِنْدَ مَاخَلَفَ :قَالَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِىَّ أَنَّ المِقْدَادِ بْنِ الْمُعْطِمِ وَحَدِيْثِ
وَقَدْ الطَّبَرَانِيُّ رَوَاهُ ). يُرِيْدُسَفَرًا حِيْنَ عِنْدَهُمْ يَرْكَعُهُمَا رَكْعَتَيْنِ مِنْ اَفْضَلَ أَهْلِهِ
(الْحَدِيْثِ لهَذَا ذِكْرِهِ بَعْدَ الصَّلاَةِ هَدِهِ فِىالاَذْكاَرِصِفَةَ النَّووِىُّ ذَكَرَ9+
Artinya: “beralasan pula hadits Muth’i’m bun Miqdad yang menceritakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda: “Tiadalah sesuatu yang sangat utama bagi seseorang yang hendak meninggalkan suatu pada keluarganya melebihi shalat dua raka’at yang ia kerjakan di tengah mereka kalau ia hendak berpergian””. (Riwayat Thabarani)

Hadits Jabir bin Abdullah

وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلِ مَعَ كُنْتُ :قَالَ ض ر عَبْدِاللَّهِ بْنِ جَابِرِ لِحَدِيْثِ
(عَلَيْهِ مُتَفَّقٌ) رَكْعَتَيْنِ فَصَلِّ الْمَسْجِدَ اُدْخُلِ :لِى قَالَ الْمَدِيْنَةَ فَلَمَّاقَدِمْنَا ، فِىسَفَرٍ
Artinya: “Beralasan hadits Jabir bin Abdullah yang mengatakan: pernah aku bersama-sama Rasulullah saw. dalam perjalanan. Lalu setiba kami (kembali) di Madinah beliau berkata: “Masuklah ke Mesjid dan lakukan shalat dua raka’at”. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadits Ka’ab bin Malik

مِنْ لاَيَقْدَمُ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلَ أَنَّ مَالِكٍ ابْنِ كَعْبٍ وَحَدِيْثِ
جَلَسَ ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ فِيْهِ فَصَلَّى بِالْمَسْجِدِ بَدَأَ فَإِذَاقَدِمَ ، سَفَرٍإِلاَّنَهَارًافِىالضُّحَى
(مُسِْلمٌ رَوَاهُ) فِيْهِ
Artinya : “Beralasan pula hadits Ka’ab bin Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. tiada kemabli dari suatu perjalanan jauh melainkan di waktu siang hari menjelang Duha dan jika dia tiba maka pertama kali ia masuk masjid lalu shalat dua raka’at, baru ia duduk di situ.” (Riwayat Muslim)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/