Stunting Terjadi Bukan Hanya dari Keluarga Miskin

Stunting Terjadi Bukan Hanya dari Keluarga Miskin

Stunting Terjadi Bukan Hanya dari Keluarga Miskin

Stunting Terjadi Bukan Hanya dari Keluarga Miskin
Stunting Terjadi Bukan Hanya dari Keluarga Miskin

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Hernowo mengatakan potensi bayi lahir stunting

bukan hanya terjadi pada keluarga miskin. Namun, keluarga mampu secara ekonomi pun bisa terjadi jika tidak menerapkan pola asuh orang tua untuk menjaga perilaku hidup sehat.

“Hampir merata di setiap kecamatan ada stunting, belum tentu daerah miskin paling banyak terjadi stunting. Karena penyebabnya pada pola asuh. Seperti memberi anak makanan yang kurang bergizi dan pola hidup sehat,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Sehingga, kata dia, program pengurangan resiko bayi lahir stunting ini menjadi skala prioritas.

Dinkes mengaku membuat program unggulan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yakni, pendampingan ekstra mulai dari saat kehamilan, kelahiran dan setelah lahir terutama bayi di bawah dua tahun.

“Program unggulan Dinkes sekarang mengajak orang tua untuk memberi pendidikan terkait rencana kehamilan hingga perawatan bayi,” jelasnya.

Hernowo mengimbau, agar orang tua benar-benar merencanakan kehamilan.

Sebab, bayi yang lahir sesuai dengan yang direncanakan akan berkembang lebih baik dibanding kelahiran yang tidak diinginkan. Dengan kehamilan yang diinginkan tersebut, diharapkan bisa menekan angka stunting atau kelainan tinggi badan yang tidak ideal sesuai usia.

“Kurangi sedikit mungkin kehamilan yang tidak diinginkan atau terlalu sering. Setiap kehamilan harus diinginkan kedua orang tua. Karena anak yang lahir tidak diinginkan itu pasti berpengaruh terhadap perkembangannya,” ungkap Hernowo.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289541209833145