Syarat Jual Beli

        Transaksi jual-beli baru dinyatakan terjadi apabila terpenuhi tiga syarat jual-beli, yaitu:

  1. Adanya dua pihak yang melakukan transaksi jual-beli.
  2. Adanya sesuatu atau barang yang dipindahtangankan dari penjual kepada pembeli.
  3. Adanya kalimat yang menyatakan terjadinya transaksi jual-beli (sighat ijab qabul).

     Syarat yang harus dipenuhi oleh penjual dan pembeli adalah:

  1. Agar tidak terjadi penipuan, maka keduanya harus berakal sehat dan dapat membedakan (memilih).
  2. Dengan kehendaknya sendiri, keduanya saling merelakan, bukan karena terpaksa.
  3. Dewasa atau baligh.

     Syarat benda dan uang yang diperjual belikan sebagai berikut:

  1. Bersih atau suci barangnya: tidak sah menjual barang yang najis seperti anjing, babi, khomar dan lain-lain yang najis.
  2. Ada manfaatnya: jual beli yang ada manfaatnya sah, sedangkan yang tidak ada manfaatnya tidak sah, seperti jual beli lalat, nyamuk, dan sebagainya.
  3. Dapat dikuasai: tidak sah menjual barang yang sedang lari, misalnya jual beli kuda yang sedang lari yang belum diketahui kapan dapat ditangkap lagi, atau barang yang sudah hilang atau barang yang sulit mendapatkannya.
  4. Milik sendiri: tidak sah menjual barang orang lain dengan tidak seizinnya, atau barang yang hanya baru akan dimilikinya atau baru akan menjadi miliknya.
  5. Mestilah diketahui kadar barang atau benda dan harga itu, begitu juga jenis dan sifatnya. Jual beli benda yang disebutkan sifatnya saja dalam janji (tanggungan), maka hukumnya boleh.

sumer ;