Tahapan Implementasi Teknologi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran

  1. Perencanaan
  2. Pengertian perencanaan pendidikan adalah:

1)      Suatu rumusan rancangan  kegiatan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi dan tujuan pendidikan

2)      Memuat langkah atau prosedur dalam  proses kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan

3)      Merupakan alat kontrol pengendalian perilaku warga satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite sekolah)

4)      Memuat rumusan hasil yang ingin dicapai dalam proses layanan pendidikan kepada peserta didik

5)       menyangkut masa depan proses pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu yang lebih berkualitas.[2]

  1. Pelaksanaan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). [3]

  1. Evaluasi

Dalam impelementasinya teknologi pendidikan juga mengadakan sebuah evaluasi, dimana evaluasi tersebut adalah suatu proses yang mencangkup pengukuran dan mungkin juga testing yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai.4

  1. Manfaat implementasi teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran.
  2. Menyebarkan informasi secara meluas, seragam dan cepat.
  3. Membantu, melengkapi dan (dalam hal tertentu) menggantikan tugas guru.
  4. Menunjang kegiatan belajar masyarakat serta mengundang partisipasi masyarakat.
  5. Menambah keanekaragaman sumber maupun kesempatan belajar.
  6. Menambah daya tarik untuk belajar.
  7. Mempunyai keuntungan rasio efektivitas biaya, bila dibandingkan dengan sistem tradisional.
  8. Meningkatkan produktivitas pendidikan dengan jalan: mempercepat tahap belajar (rate of learning), membantu guru untuk menggunakan waktu secara baik dan mengurang beban guru dalam menyajikan materi, sehingga akan dapat banyak membina dan mengembangkan kegairahan pebelajar.
  9. Memberi kemungkinan pembelajaran lebih bersifat individual dengan jalan: mengurangi control guru dan member kesempatan pebelajar berkembang sesuai dengan kemampuannya.
  10. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan jalan: perencanaan program pembelajaran yang sistematis dan pengembangan bahan yang dilandasi penelitian perilaku.