Transpirasi, Evaporasi, dan Evapotranspirasi

Transpirasi, Evaporasi, dan Evapotranspirasi

Transpirasi, Evaporasi, dan Evapotranspirasi

Transpirasi, Evaporasi, dan Evapotranspirasi

Latar Belakang

Secara alamiah tumbuhan mengalami kehilangan air melalui penguapan. Proses kehilangan air pada tumbuhan ini disebut transpirasi. Transpirasi merupakan penguapan air yang berasal dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Pada transpirasi, hal yang penting adalah difusi uap air dari udara yang lembab di dalam daun ke udara kering di luar daun. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk, dan bahkan dari tanah ke akar.

Air pada lapisan tanah yang lebih dalam terserap oleh tanaman melalui sistem perakaran. Air dalam tubuh tanaman selanjutnya terlibat dalam proses transpirasi. Tanpa peranan tumbuhan, air yang ada di dalam tanah tidak teruapkan dan hanya air yang ada pada permukaan tanah saja yang teruapkan. Pada kondisi tanah yang berkecukupan air, sebagian air (sekitar 90%) yang diserap akar akan diuapkan ke atmosfer melalui proses transpirasi. Ada banyak langkah dimana perpindahan air dan banyak faktor yang mempengaruhi pergerakannya.

 

 

Besarnya uap air yang ditranspirasikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

(1) Faktor dari dalam tumbuhan (jumlah daun, luas daun, dan jumlah stomata);

(2) Faktor luar (suhu, cahaya, kelembaban, dan angin) (Salisbury, 1992)Ruang interseluler udara dalam daun mendekati keseimbangan dengan larutan dalam fibrill sel pada dinding sel. Hal ini berarti sel-sel hampir jenuh dengan uap air, padahal banyaknya udara di luar daun hampir kering. Difusi dapat terjadi jika ada jalur yang memungkinkan adanya ketahanan yang rendah. Kebanyakan daun tertutup oleh epidermis yang berkutikula yang memiliki resistansi (ketahanan) tinggi untuk terjadinya difusi air. Namun stomata memiliki resistansi rendah ketika membuka dan uap air berdifusi ke luar melalui stomata (Loveless,1991)

Jumlah difusi keluarnya uap air dari stomata tergantung pada tingkat kecuraman gradien konsentrasi uap air. Lapisan pembatas yang tebal memiliki gradien yang lebih rendah, dan lapisan pembatas yang tipis memiliki gradien yang lebih curam. Oleh karena itu, transpirasi melalui lapis pembatas yang tebal lebih lambat dari pada yang tipis. Angin membawa udara dekat ke daun dan membuta pembatas lebih tipis. Hal ini menunjukkan mengapa laju transpirasi pada tumbuhan lebih tinggi pada udara yang banyak hembusan angin (Khairunnisa, 2000).

 

 

Beberapa penggantian air berasal dari dalam sel daun melalui membran plasma.

Ketika air meninggalkan daun, molekul air menjadi lebih kecil. Hal ini akan mengurangi tekanan turgor. Jika banyak air yang dipindahkan, tekanan turgor akan menjadi nol. Oleh karena itu, sel menjadi lunak dan kehilangan kemampuan untuk mendukung daun. Hal ini dapat terlihat ketika tanaman layu. Untuk mengetahui tingkat efisiensi tumbuhan dalam memanfaatkan air, sering dilakukan pengukuran terhadap laju transpirasi. Tumbuhan yang efisien akan menguapakan air dalam jumlah yang lebih sedikit untuk membentuk struktur tubuhnya (bahan keringnya) dibandingkan dengan tumbuhan yang kurang efisien dalam memanfaatkan air (Anonimous, 2005).

 

 

Pengertian Evaporasi

Evaporasi merupakan proses penguapan air yang berasal dari permukaan bentangan air atau dari bahan padat (misal, tanah) yang mengandung air. Metamorfosis Laju evaporasi sangat tergantung pada masukan energi yang diterima. Semakin besar jumlah energi yang diterima, maka akan semakin banyak molekul air yang diuapkan. Sumber energi utama untuk evaporasi adalah radiasi matahari.