Twitter Hapus Ribuan Akun Agen Propaganda Pemerintah

Twitter Hapus Ribuan Akun Agen Propaganda Pemerintah

Twitter Hapus Ribuan Akun Agen Propaganda Pemerintah

Twitter Hapus Ribuan Akun Agen Propaganda Pemerintah
Twitter Hapus Ribuan Akun Agen Propaganda Pemerintah

Facebook dan Twitter pada hari Jumat (20/12) mengatakan telah memblokir

akun-akun manipulasi perbincangan di media sosial yang didukung pemerintah, beberapa di antaranya terkait dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagai upaya menjegal upaya propaganda global.

Twitter telah memblokir sekitar 88 ribu akun yang dikaitkan dengan “operasi informasi” yang didukung Arab Saudi, yang melanggar aturan penggunaan akun terkait manipulasi.

Secara terpisah, Facebook mengatakan juga telah memblokir jaringan di Vietnam

dan Amerika Serikat yang mengunggah pesan pro-Trump yang ditujukan kepada warga AS, bersama dengan jaringan lain yang menargetkan pemirsa domestik di Georgia.

Pilihan Redaksi

Riset Oxford: Buzzer Indonesia Dibayar Rp1-50 Juta Giring Isu
Twitter Akan Hapus Akun yang Tak Aktif per 11 Desember
Pakar Sebut @Digeeembok Ada yang Pelihara dan Pasok Data

Aksi “bersih-bersih” ini dimulai setelah raksasa media sosial itu berjuang menghadapi upaya disinformasi yang didukung oleh pemerintahan suatu negara, yang sering menggunakan akun otomatis atau “bot” untuk memanipulasi platform, mempromosikan pesan mereka sekaligus mengkritik lawannya.

Sebagian besar akun yang diblokir oleh Twitter pada hari Jumat adalah dalam bahasa Arab

dan ditujukan untuk “memperkuat pesan yang menguntungkan bagi pemerintah Saudi,” tetapi beberapa konten bahasa Inggris ditujukan untuk “audiens Barat.”

“Analisis internal kami menunjukkan jaringan itu terlibat dalam berbagai bentuk manipulasi platform, menargetkan diskusi yang berkaitan dengan Arab Saudi dan memajukan kepentingan geopolitik mereka di panggung dunia,” kata tim keselamatan penggunaan akun Twitter dalam sebuah unggahan blog.

Twitter mengatakan telah merilis rincian pada 5.929 akun yang disebutnya “sampel representatif” dari 88 ribu akun mencurigakan.

Investigasi Twitter melacak sumber aktivitas terkoordinasi ini ke perusahaan pemasaran media sosial berbasis di Saudi bernama Smaat yang telah diblokir secara permanen dari platform.

Smaat bekerja untuk “orang-orang terkenal,” kata Twitter, dan beberapa departemen pemerintah di Arab Saudi, menggunakan alat otomatis “untuk menutupi manipulasi platform keseluruhan yang berasal dari akun ini.”

Beberapa cuitan yang dimaksud berasal dari tahun 2016 dan tampaknya mendukung Presiden Donald Trump atau kampanyenya.

Satu tertanggal 11 November 2016 menunjukkan foto miliarder George Soros – target kelompok konservatif – dan mengatakan Trump harus menempatkannya “di daftar paling dicari FBI.”

Yang lain dari Oktober 2016 menunjukkan gambar mantan presiden Bill Clinton dan berkata: “Anda bahkan tidak memerlukan pemilihan ini, Donald Trump menang. Anda dapat membacanya di wajah Bill Clinton.”

 

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/walking-dead-apk/