Unpad dan AS Jalin Kerjasama

Unpad dan AS Jalin Kerjasama

Unpad dan AS Jalin Kerjasama

Unpad dan AS Jalin Kerjasama
Unpad dan AS Jalin Kerjasama

BANDUNG-Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan California

Polytechnics State University Amerika Serikat dan Kecamatan Jatinangor mengembangkan prototipe teknologi Rumah DC (dirrect current).

Teknologi arus listrik searah ini dinilai efektif digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di pedesaan, dan dipasang di Kantor Kecamatan Jatinangor.

Rumah DC yang dipasang pertama kalinya di Indonesia

ini diresmikan oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, bersama Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, melalui penandatanganan prasasti di depan Kantor Kecamatan Jatinangor, Senin (15/08).

Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Camat Jatinangor, M. Wasman, Pencetus teknologi Rumah DC yang juga Profesor Calpoly State University, Prof. Dr. Taufik, Anggota DPRD Kab. Sumedang, perwakilan jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Sumedang, serta perwakilan dosen dan staf program studi Teknik Elektro FMIPA Unpad.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taufik menerangkan, teknologi Rumah DC merupakan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan guna menghasilkan arus listrik mandiri tanpa bergantung distribusi listrik AC. Teknologi ini jauh lebih hemat dan efektif digunakan jika dibandingkan dengan pendistribusian listrik AC ke wilayah pedesaan.

“Pendistribusian listrik AC jauh lebih banyak

membutuhkan biaya,” ujar ilmuwan asal Indonesia tersebut.

Dengan menggunakan teknologi Rumah DC, masyarakat di pedesaan dapat menghasilkan listrik mandiri dengan dimulai dari skala kecil. Skala ini, kata Prof. Taufik, dapat ditingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan.

Teknologi ini ramah lingkungan karena memanfaatkan energi potensial yang ada di alam. Di kantor Kecamatan Jatinangor sendiri, Rumah DC ini memanfaatkan energi matahari dan angin. Satu modul yang dipasang di satu Rumah DC mampu menghasilkan maksimum 200 watt tenaga listrik.

“Kapasitas ini bisa ditambah dengan cara menambah satu modul lagi. Ini kan jauh lebih murah,” jelas Prof. Taufik. jo

 

Sumber :

https://www.goodreads.com/user/show/46112681-ojelhtc