Unsyiah Perangi LGBT Melalui Pendidikan Karakter

Unsyiah Perangi LGBT Melalui Pendidikan Karakter

Unsyiah Perangi LGBT Melalui Pendidikan Karakter

Unsyiah Perangi LGBT Melalui Pendidikan Karakter
Unsyiah Perangi LGBT Melalui Pendidikan Karakter

Polemik keberadaan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)

di Indonesia terus bergulir. Sebab itu, pendidikan agama dinilai ampuh menangkal perilaku negatif ini pada generasi muda, termasuk mahasiswa.

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI) mengadakan Pembukaan Praktek Ibadah dan Mentoring Tahun 2018 di Masjid Jamik Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (17/2). Salah satu tujuannya memerangi perilaku LGBT.

Rektor Unsyiah Samsul Rizal mengatakan, melalui program UP3AI pihaknya berkomitmen mendidik mahasiswa agar memiliki kepribadian yang harmonis sesama manusia. Selain itu senantiasa membina mahasiswa agar terhindar dari perilaku yang dilarang Islam.

“Salah satunya mendidik mereka terjaga dari bahaya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT),” ungkap dia.

Menurut Samsul, agama Islam mengajarkan manusia agar saling mencintai dan menjunjung tinggi kesantunan. Ini dinilai dapat menciptakan sekaligus mewujudkan kesejahteraan umat manusia dalam bermasyarakat.

“Bahwa agama ini adalah agama cinta damai, santun, dan menyejahterakan,” katanya.

 

Melalui kegiatan ini, Samsul selain meminta mahasiswa menghindari perilaku LGBT mereka juga diharapkan menyelesaikan perkuliahan atau masa studi lebih cepat. Program UP3AI ini juga bertujuan untuk menuntun dan memperkuat keagamaan mahasiswa Unsyiah.

“Kita ingin mereka menjadi orang sukses berdasarkan tuntunan agama Islam, demi membangun Aceh dan membangun Indonesia. Untuk itulah kita hadirkan UP3AI,” kata Samsul.

Sementara itu Ketua Umum UP3AI Unsyiah Fathurrahmi menambahkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pemantapan pembelajaran Iqra pada semester ganjil.

“Kita telah mengajarkan Alquran kepada mahasiswa baru 2017 sebanyak 6.000-an.

Untuk semester genap, materi praktek ibadah dan mentoring mengenai aqidah dan ibadah,” ujarnya.

Fathur menambahkan, pada kegaiatan ini juga dilaksanakan Talkshow bertemakan “Penegakan Moral dan Syariat Islam di Aceh” dan disampaiakan para pemateri berkompeten.

“Kegiatan ini juga dibarengi dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa peraih nilai tertinggi program Iqra setiap fakultas. Serta peresmian Rumah Alquran Darussalam yang berkantor di Masjid Jamik Kopelma Darussalam,” tandasnya.

 

Sumber :

https://balad.org/resensi-adalah/