Yakin Adalah

Yakin Adalah

Yakin Adalah

Yakin Adalah
Yakin Adalah

Menurut Syekh Junaid al-baghdadi, yakin adalah hilangnya keragu-raguan. Sedangkan Dhu al-Nun al-Misri mengatakan bahwa setiap yang diketahui oleh mata hati, kemudian sesuai dengan keyakinan, maka itu yang disebut yakin.
Ibnu Qayyim al-jauziyah membagi tingkatan yakin menjadi tiga:
a. Ilmu yakin: yaitu keyakinan yang dapat menerima kebenaran kongkrit dan abstrak, lalu berakhir dengan kuatnta suatu keyakinan.
b. Ainul yakin: yaitu keyakinan yang muncul dari penglihatan mata batin, lalu menimbulkan kebenaran yang luar biasa.
c. Haqqul yakin: yaitu keyakinan yang diawali dengan tersingkapnya tabir, kemudian terlihat suatu warna keyakinan.[59]
Jika seorang hamba telah sampai pada puncak hakikat-hakikat keyakinan, maka bencana (bala’) dianggapnya sebagai nikmat, dan kesenangan dianggapnya musibah.
Keyakinan sejati itu tak lain adalah mukasyafah (tersingkapnya apa yang gaib). Sementara itu, mukasyafah dibedakan menjadi tiga macam:
a. mukasyafatul-‘’ayan (tersingkapnya tutp mata) sehingga di hari Kiamat nanti ia melihat dengan mata kepala.
b. mukasyafatul-qulub (tersingkapnya tutup hati) untuk memehami hakikat-hakikat keimanan secara langsung dengan yakin, yang tidak bisa dibayangkan dengan cara apa dan bagaimana serta tidak bisa ditentukan.
c. mukasyafatul-ayat (tersingkapnya tanda-tanda Kebesaran-Nya) dengan ditampakkanya Kekuasaan Allah kepada para nabi a.s. dengan mukjizat. Dan untuk selain para nabi dengan karamah (kemuliaan) dan dikabulkanyya doa.

Baca Juga :